Itulah yang ingin dibuktikan Hanafi Muhammad, seorang pelaku seni yang lahir di Purworejo, Jawa Tengah. Ia pun menggelar pameran bertajuk "Pintu Belakang | Derau Jawa" di Galeri Nasional Indonesia sejak Selasa (1/3) sampai 15 Maret mendatang.
Hanafi memberi sajian seni instalasi, lukisan, patung, artistik panggung, maupun seni tari yang menggambarkan Jawa bagi pengunjung yang datang. Gedung A galeri itu pun dipenuhi seni kontemporer tetapi sekaligus bercita rasa tradisional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian ada karya berjudul "Sumur Terbalik." Itu menggambarkan kebiasaan masyarakat Jawa menimba air sumur untuk mandi atau minum. Namun, Hanafi meletakkan sumur secara terbalik.
Tujuannya masyarakat memahami, air tidak datang dari bawah melainkan dari atas, Sang Pencipta.
Tak hanya karya seni instalasi, Hanafi juga memamerkan seni lukisan. Salah satunya lukisan "Taman Sari," di mana masyarakat Jawa percaya bahwa Nyai Roro Kidul sering mandi dan muncul di sana.
Karya-karya itu ditampilkan setelah melakukan riset di beberapa daerah di Jawa, seperti di Tengger, Yogyakarta, dan Purworejo. Demi pamerannya, Hanafi memang giat memahami maksud kebiasaan masyarakat Jawa, termasuk mitos-mitosnya.
Tak hanya pameran seni, "Pintu Belakang | Derau Jawa" ini juga menampilkan lokakarya dan diskusi pembacaan karya bersama narasumber dari beberapa daerah di Indonesia. Yang diperbincangkan, tentu tak jauh-jauh dari adat Jawa. (rsa)