Internet Bertanggung Jawab atas Kelahiran Musisi Baru

Apriliana Lloydta Anuraga, CNN Indonesia | Kamis, 10/03/2016 14:35 WIB
Mengutip seniman Andy Warhol, saat ini orang bisa terkenal hanya dalam waktu 15 menit. Salah satu caranya ialah mengunggah karya melalui internet. Ilustrasi internet. (Thinkstock/Volodymyr Krasyuk)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banyak orang yang ingin sukses dari dunia musik. Berbagai jalan pun ditempuh, mulai dari rekaman di jalur independen alias mandiri hingga di jalur mainstream dengan bergabung dengan label musik besar.

Seiring waktu berjalan, kini internet menjadi jalan keluar bagi para musisi baru yang tidak punya akses untuk menjalani kedua jalur di atas. Mengutip kata-kata dari seniman Andy Warhol, saat ini orang bisa terkenal hanya dalam waktu 15 menit.

Menurut pengamat musik Remy Sylado, sejak sekitar 2010, para produser musik Indonesia bahkan sudah tak berniat lagi membuat rekaman musik berbentuk fisik, seperti CD atau kaset.


Kecenderungan ini semakin memperkuat alasan banyak musisi muda yang berkarier melalui internet, dibanding harus mengemis kepada label rekaman,

Berkat situs YouTube hingga Soundcloud, mereka bisa memamerkan karyanya, tanpa biaya apa pun alias gratis.

Salah satu musisi muda yang melakukan hal tersebut ialah Adhitia Sofyan. Adhit, begitu biasa pria ini disapa, dari awal tidak pernah punya cita-cita menjadi musisi yang tampil di atas panggung musik Indonesia.

Di tengah kesibukannya bekerja kantoran, ia hanya hobi mengunggah karyanya di Myspace, YouTube dan Soundcloud.

“Saya ingin berbagi saja, kalau mau dengar ya monggo. Dulu saya enggak terlalu fokus sama musik karena masih kerja di perusahaan advertising,” kata Adhit kepada CNN Indonesia, pada Senin (7/3).

Diakui Adhit, sekitar 2008, sebagian besar anak muda sudah memiliki kesadaran untuk mencari referensi musik melalui internet.

Berkat internet, Adhit memiliki jaringan penggemar yang semakin luas. Akhirnya, dirinya pun mencicipi tampil di panggung musik Indonesia.

Menurut Adhit, bisa sukses lewat internet bukan hal yang mudah, karena musisi juga harus benar-benar mengerahkan usahanya untuk menciptakan produk yang berkualitas.

“Tergantung kualitas lagunya juga. Kalau bagus, orang pasti akan bantu menyebarkannya,” kata Adhit.

“Jadi musisi juga harus berpikir gimana caranya bikin karya yang bikin orang mau sebarkan. Jadi enggak mengeluh udah bikin lagu susah-susah tapi enggak ada yang menyebarkan. Ya dia harus mengerti dulu itu lagunya yang dibuat seperti apa,” lanjutnya. 

Memamerkan musik melalui internet dianggap memiliki sisi positif, karena kesempatan dikenal masyarakat dunia akan jauh lebih besar, seperti yang dikatakan Remy.

“Sangat efektif. Dan dari situ dia diuji [kualitasnya]. Kalau lewat internet kan otomatis dalam waktu cepat jadi mendunia. Dalam satu waktu yang cepat, seluruh dunia bisa tahu. Pun bagus atau tidaknya,” kata Remy.

Namun, tak dipungkiri cara tersebut juga memiliki sisi negatif, karena dapat membuka kesempatan terjadinya pembajakan lagu.

"Ini harus diperhatikan, apalagi oleh pemerintah. Jika penegak hukum saja terbuai, maka musisi yang akan terus merugi," kata Remy menutup pembicaraan.

[Gambas:Youtube]

(ard/ard)




ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA