Diberitakan LA Times, seorang pria bernama Ryan Collins telah ditangkap dan dibuktikan bersalah atas tindakan kriminal cabul yang disebut The Frappening. Ia dianggap mengingkari undang-undang terkait penyalahgunaan komputer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami terus melihat dari sisi selebriti dan korban yang merasakan konsekuensi dari tindak kriminal ini. Kami pun meminta para pengguna internet untuk memperkuat kata sandi serta berhati-hati ketika membalas surat elektronik yang meminta informasi pribadi," ujar David Bowdich, asisten direktur FBI di Los Angeles.
Lawrence alias JLaw yang menjadi salah satu korban dari peretasan foto bugil, mengaku trauma ketika mengingat insiden yang membuatnya malu itu.
"Tentu saja saya merasa trauma. Foto tubuh saya tersebar ke mana-mana. Saya begitu ketakutan membayangkan ada orang yang menyebarkan foto saya saat acara barbeque atau menyimpannya dalam ponsel," kata Lawrence, seperti dikutip dari Mirror pada awal tahun.
"Saya marah pada diri saya dan para peretas yang menjijikkan dan cabul," lanjutnya.
Rekan-rekan sesama selebriti membantu mengembalikan kepercayaan JLaw. Salah satunya Emma Watson, yang menyebut aksi peretasan sebagai hal tercela. (rsa)