Kebetulan memang sedang digelar acara tahunan Festival Film Lingkungan ke-24 di kantor redaksi media massa legendaris berlogo kotak kuning itu. Lokasinya sendiri tak jauh dari Gedung Putih, tempat kerja Presiden AS Barack Obama di Washington D.C.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Film tersebut berisi fakta lingkungan yang berkaitan dengan pemborosan sumber daya alam. Bisa dibayangkan, visualnya bakal “menampar” Obama. Mark menekankan pentingnya standar efisiensi penggunaan bahan bakar kendaraan bermotor.
Dalam “surat terbukanya” tersebut, Ruffalo membidik hubungan manusia dengan alam. Ia menilai Obama tak serius menangani dampak pemanasan global. Ia bahkan tak sungkan menuding sang Presiden gagal sebagai pejuang perubahan iklim.
Dalam filmnya, Ruffalo juga membeberkan fakta buruk eksplorasi sumber daya alam di lingkungan dekat permukiman warga yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan: polusi udara dan air minum mengandung racun tambang.
Ruffalo meminta Obama mengambil langkah serius berkenaan dengan Environmental Protection Agency, termasuk menggiatkan investasi energi terbarukan. Aksi peduli lingkungan sudah sedemikian darurat. Warga dunia harus mencegah pemanasan global.
Ruffalo, yang merupakan anggota direksi Americans Against Fracking, ingin AS memegang peranan kunci dalam berkontribusi mengurangi emisi energi dan mengupayakan kualitas hidup—pekerjaaan dan masa depan—yang lebih baik. (vga/vga)