Adam Lambert Yakinkan Industri Musik Tak Perlu Takut LGBT

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Rabu, 13/04/2016 10:04 WIB
Adam Lambert Yakinkan Industri Musik Tak Perlu Takut LGBT Adam Lambert yakinkan industri musik soal LGBT. (REUTERS/Mark Blinch)
Jakarta, CNN Indonesia -- Adam Lambert memang pernah dicekal di Singapura karena aksi panggungnya yang kerap tak senonoh. Ia dianggap terlalu banyak mempertontonkan identitasnya sebagai penyuka sesama jenis, dalam video klip maupun aksi panggung live.

Namun itu tidak membuat Lambert jera. Ia justru membuka mata dan melihat kenyataan betapa fenomena lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) sudah banyak berubah belakangan ini, termasuk di industri musik yang digelutinya.

Meski begitu, industri masih harus lebih diyakinkan lagi bahwa kaum LGBT tidak berbahaya. Bisa dengan cara mengingat kesuksesan musisi LGBT yang ada, salah satunya Lambert sendiri.


Lambert merupakan musisi pertama yang terbuka soal statusnya sebagai penyuka sesama jenis dan tetap menjadi nomor satu di tangga lagu Billboard 200 dengan albumnya yang rilis 2012, Trespassing.

Fakta itu, menurut Lambert, seharusnya membuat industri lebih nyaman dengan musisi yang tanpa ragu dan tekanan mengekspresikan identitas seksualnya.

"Saya pikir sudah banyak hal secara general yang bergeser di komunitas LGBT dan penerimaan mainstream," katanya, seperti dikutip dari Digital Spy. Lambert menambahkan, orang sekarang lebih terbuka dan tak peduli soal LGBT.

"Generasi muda yang sekarang muncul seperti 'terus kenapa?' [terhadap LGBT]. Itu memberi dampak pada kultur pop secara luas," Lambert menambahkan. "Tidak banyak alasan untuk takut terhadap itu, karena orang secara umum sudah tidak lagi takut akan itu."

Lambert mencontohkan, semakin banyak musisi yang terbuka akan status seksualnya, terutama di Inggris. Lihat saja, katanya, Sam Smith dan Olly Alexander dari Years & Years. Mereka musisi pop yang berandil mengubah perspektif masyarakat soal kaum LGBT.

Seharusnya, Lambert menyambung, ada lebih banyak hal yang sama di Amerika.

"Saya pikir itu akan terjadi, lambat tapi pasti. Ada banyak kisah sukses yang sudah terjadi dan itu hal besar bagi industri musik," tutur Lambert.

"Mereka perlu melihat bahwa sebenarnya itu berjalan semakin membuat nyaman. Penonton di sana untuk itu. Tapi industri ini butuh usaha lebih. Mereka berusaha, tapi itu bagian terakhir," lanjut pelantun Welcome to the Show itu.

Lambert sendiri masih terus eksis berkarya dan bangga sebagai musisi penyuka sesama jenis. Saat ini ia sedang dalam tur dunia The Original High. (rsa/vga)