Reuters memberitakan, Starr yang dikenal sebagai penggebuk drum The Beatles baru saja mengatakan pada Rabu (13/4), ia membatalkan penampilannya yang rencananya digelar pada Juni mendatang di Cary, North Carolina.
Itu juga merupakan bentuk protes Starr terhadap aturan negara bagian yang memberlakukan diskriminasi bagi LGBT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan dalam sebuah pernyataan resmi, "Saya minta maaf karena mengecewakan penggemar di area ini, tapi kita harus bersikap melawan kebencian ini. Sebarkan perdamaian dan cinta."
Sebelumnya, Adams membatalkan konser di Mississippi dalam jarak singkat. Ia seharusnya tampil Kamis (14/4), namun mendadak membatalkannya pada Selasa (12/4). "Saya tidak bisa tampil secara nurani di sini ketika beberapa orang dimentahkan hak-hak sipilnya karena orientasi seksual," katanya menuturkan.
Beruntunnya pembatalan demi pembatalan konser, berhubungan dengan semakin ketatnya aturan di Amerika Serikat terhadap LGBT. Beberapa berpendapat, publik harus menyelamatkan perempuan dan anak-anak bahkan dari toilet sekali pun.
Bagi mereka, itu juga perlindungan terhadap kebebasan beragama, setelah tahun lalu pengadilan tinggi AS telah melegalkan pernikahan sesama jenis. (rsa/rsa)