Penulis anonim asal Italia itu termasuk salah satu dari lima calon penerima Man Booker Prize dalam daftar pendek nomine yang baru diumumkan pekan ini.
Mengutip Reuters, penulis anonim itu akan diganjar penghargaan atas bukunya yang berjudul The Story of the Lost Child. Buku itu bercerita tentang persahabatan dan berlatar Italia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
The Story of the Lost Child merupakan buku ke-empat sekaligus terakhir dari seri yang ditulis Ferrante. Buku itu bersaing dengan pemenang Nobel yang berkebangsaan Turki, Orhan Pamuk.
Sebelum merilis buku pertamanya, Ferrante pernah menulis kutipan yang menggugah kepada penerbitnya. Melalui surat ia berkata, "Buku, sekali mereka ditulis, tidak butuh pengarangnya."
Buku-buku Ferrante ternyata laris manis. Neapolitan Novels, buku pertamanya yang dirilis di Italia pada 2011, penjualannya mencapai 1 juta kopi. Meski begitu, ia tak mau mengungkap identitas.
Spekulasi tentang identitasnya mencapai puncak pada Maret lalu, saat Marco Santagata mengungkapkan bahwa Ferrante sebenarnya seorang profesor yang tinggal di Pisa, seperti Elena dalam novelnya.
Namun profesor yang dimaksud, Marcella Marmo, menegaskan ia bukan penulis itu.
Ada juga yang berspekulasi bahwa Ferrante sebenarnya seorang laki-laki. Namun anggapan itu langsung dimentahkan karena mengingat kepekaannya terhadap tema-tema keperempuanan dan sering menyuguhkan hubungan ibu dan anak.
Hanya penerbit bukunya yang tahu identitas Ferrante. Namun meski ikut dinominasikan untuk hadiah senilai lebih dari US$70 ribu, penerjemahnya yang berbasis di New York, Ann Goldstein enggan menyampaikan kebenaran identitas.
"Saya terbiasa menerjemahkan karya penulis yang sudah meninggal, jadi saya terbiasa tidak berkontak dengan pengarang," kata Goldstein pada Reuters.
Ia melanjutkan, "Saya pikir mengagumkan betapa ia memutuskan tidak punya hubungan apa pun dengan buku-bukunya ketika ia menulis mereka." (rsa/vga)