Diberitakan Reuters, The Edge baru saja menjadi bintang rock pertama yang bermain di Sistine Chapel. Sabtu (30/4) malam, ia menyanyikan empat lagu di tempat yang disebutnya ruang jemaah terindah di dunia.
Di hadapannya yang sedang bermusik, duduk 200 dokter, peneliti, dan para dermawan yang menghadiri konferensi tentang pengobatan regeneratif di Vatikan itu. Metode pengobatan itu sendiri dinamakan Cellular Horizons.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun akhirnya ia menyetujui permintaan itu, dengan gitarnya mengiringi suara yang bukan milik Bono seperti biasanya dalam U2.
"Menjadi orang Irlandia artinya Anda belajar sejak dini bahwa jika Anda ingin diminta kembali, penting untuk berterima kasih pada pendeta jemaah lokal karena telah meminjamkan ruangan ini," ia melanjutkan.
The Edge pun kemudian berterima kasih pada Paus Fransiskus dan petugas Vatikan lainnya karena telah membolehkan Sistine Chapel yang indah diisi petikan-petikan gitarnya.
Ia sendiri kebetulan berkaitan dengan kegiatan yang diselenggarakan di sana. Ayahnya meninggal bulan lalu karena kanker. Putrinya mengidap leukimia. The Edge juga merupakan anggota yayasan yang bekerja keras untuk mencegah penyakit kanker.
Lagu-lagu yang ia bawakan di kegiatan itu juga sengaja dikaitkan. Walk On, yang ditulis pada 2000 untuk Aung San Suu Kyi di Myanmar, kali ini dipersembahkan pada Paus Fransiskus. The Edge menyebutnya "Paus-nya masyarakat." (rsa)