Pada waktu yang sama, Cassius Marcellus Clay Jr. tengah mempersiapkan diri menghadapi nemesisnya, sang juara dunia kelas berat Sonny Liston. Cassius Clay tidak diunggulkan. Dia kuda hitam dengan angka taruhan 7-1.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Halo Beatles!” kata Clay, sembari memasuki ruangan. “Kita harus melakukan roadshow bersama. Kita akan kaya!”
Clay menggendong Ringo Starr dan dia berpose layaknya juara dengan semua anggota The Beatles bergelimpangan di ring.
Waktu itu, hasil pemotretan tersebut memberi keuntungan bagi Clay, karena The Beatles "membawa serta" para penggemarnya. Dengan kata lain, The Beatles menambah nilai publisitas bagi sang petinju.
Seminggu kemudian, The Beatles kembali ke Inggris dan tengah melakukan rekaman untuk single Can’t Buy Me Love dan di AS, Clay mengukir sejarah.
Usai tujuh ronde yang intens, Sonny Liston menyerah kalah dan memberikan gelar juara dunia kelas berat pada Clay. Kemenangan itu jadi momen paling mengejutkan dalam sejarah tinju.
“Aku yang terhebat,” kata Clay, yang kemudian memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Muhammad Ali. “Aku mengguncang dunia!”
Uniknya, kata-kata yang diteriakkan Clay di ring usai mengalahkan Liston, menginspirasi Lennon untuk membuat lagu, sembilan tahun kemudian.
Lagu tersebut berjudul I’m The Greatest dan dinyanyikan oleh sang penggebuk drum The Beatles, Ringo Starr.
[Gambas:Youtube] (les)