Kali ini, protes itu berlaku sebaliknya. Netizen menghujani Twitter dengan tagar #RumiWasntWhite karena penulis naskah David Franzoni dan produser Stephen Joel Brown ingin Leonardo DiCaprio menjadi penyair sufi asal Afghanistan, Jalaluddin Rumi.
Franzoni yang pernah memenangi Piala Oscar sebagai Penulis Naskah Terbaik lewat film Gladiator pada 2000, didapuk terlibat penggarapan film biopik tentang kisah hidup Rumi. Ia mengklaim, film itu akan mengubah citra karakter Muslim di dunia perfilman Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada yang mengaitkan itu dengan bulan Ramadan yang tengah dijalani umat Muslim di seluruh dunia. "Orang kulit putih menghancurkan Ramadan 2016 dengan mengumumkan film 'Rumi' [versi] mereka."
Akun lain membandingkan pemilihan DiCaprio sebagai Rumi dengan aktor muslim di film lain. "Jadi mereka ingin orang kulit putih yang memerankan Rumi, penyair sufi Persia, tapi ketika mereka butuh teroris bisa menemukan aktor Muslim dengan mudahnya." "Rumi lahir di Balkh, Afghanistan. Dia orang Afghan. Hollywood, yang benar kalau bikin film."
Kurangnya keberagaman sudah menjadi isu kontroversial yang marak dibicarakan belakangan ini. Apalagi saat tidak banyak artis kulit hitam yang terwakili di Academy Awards 2016. Bukan hanya itu, perempuan dan wajah-wajah Asia pun belum terwakili penuh.
DiCaprio maupun Downey sendiri belum berkomentar soal disebutnya nama mereka oleh Franzoni. Produser dan sang penulis naskah juga belum berbicara apa pun setelah beredar komentar negatif di media sosial.
Biopik Rumi rencananya mulai syuting tahun depan, tapi belum ada jadwal pasti kapan kisah hidup sang 'Shakespeare Turki' akan dirilis di bioskop Hollywood dan dunia. (rsa/vga)