Kala Mark Champman memberondong peluru ke arah Lennon, pada 1980 silam, Hasting sedang bekerja di kantornya. Kemudian istri Lennon, Yoko Ono, memasuki gedung tersebut untuk meminta bantuan. Hasting segera membantu keduanya. Kemejanya pun terkena darah pentolan grup band The Beatles itu di bagian dada dan lengan.
Saat hendak melelang, Hasting mengira kemeja itu hanya akan laku seharga tujuh ribu poundsterling atau sekitar Rp123 juta. Namun umur kemeja yang kurang lebih sudah mencapai 36 tahun setelah kejadian itu menjadi salah satu unsur yang membuat harganya melambung. Garry Shrum dari Herritage Auctions menjelaskan bahwa kemeja berdarah tersebut baru terungkap setelah sekian lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan mungkin kemeja itu akan menakutkan bagi sebagian orang tetapi kemeja itu merupakan bagian dari sejarah. Shrum tidak merasa menjual kemeja itu merupakan tindakan yang salah ataupun jahat.
Di sesi lelang itu, juga dijual album Double Fantasy karya Lennon dan Ono. Dalam album itu tertera tulisan tangan yang berbunyi "To Jay, Love John Lennon Yoko Ono" yang agaknya ditujukan kepada sang dewa penolong.
Pertama kali album itu dirilis pada 1980 dalam bentuk piringan hitam. Di setiap sisinya terdapat tujuh lagu karya Lennon dan Ono. Pada 1982, album itu masuk tiga nominasi Grammy Awards dan berhasil mendapatkan satu piala kategori Album of the Year.
(vga/vga)