Bintang 'Ghostbusters' Jadi Bulan-bulanan di Twitter

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Kamis, 21/07/2016 13:05 WIB
Leslie Jones, satu-satunya personel kulit hitam di Ghostbusters terbaru, diejek kanan-kiri di Twitter. Ia akhirnya meninggalkan akun media sosial. Leslie Jones satu-satunya anggota Ghostbusters baru yang berkulit hitam. (Dok. Columbia Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia -- Awal pekan ini, Leslie Jones meninggalkan Twitter dengan hati sedih dan linangan air mata. Kepada 250 ribu pengikutnya bintang Ghostbusters itu pamit, "Semua ini hanya karena saya main film."

"Anda bisa membenci filmnya. Tapi yang saya dapat [dari Anda] hari ini, salah," tulisnya melanjutkan.

Jones merupakan satu-satunya anggota Ghostbusters yang berkulit hitam. Banyak pengguna Twitter yang mencemoohnya gara-gara ia berbeda. Pada Senin (18/7), sebelum pamit dari Twitter, Jones mencuitkan kembali rundungan mereka padanya.


Akun YellowArmedImposter misalnya, membandingkan Jones dengan kera. "Ghostbusters Anda bukan [film] pertama dengan kera di dalamnya." Jones membalas, "Saya tak mengerti."

Masih banyak cemoohan lain yang ia terima. Jones kemudian memutuskan mengeblok salah satunya, yang bernama Milo Yiannopoulos. Namun Yiannopoulos justru memotret penolakan itu dengan ponselnya dan kembali mengunggahnya.

"Ditolak oleh kulit hitam yang lain," ia menulis.

Namun dalam wawancara dengan CNBC, Yiannopoulis membantah ia pernah berkicau demikian. Satu-satunya 'bukti' menurutnya hanya saat ia berkata tidak menyukai film Jones.

Berikutnya, pada Selasa (19/7), Twitter akhirnya turun tangan atas masalah itu. Secara permanen Twitter Inc mencabut beberapa akun yang dianggap keterlaluan merundung seorang berkulit hitam.

Cuitan-cuitan mereka juga telah dihapus secara permanen. Mengutip Reuters, Twitter berupaya menyeimbangkan kebebasan berekspresi dan kekerasan dengan kata-kata ejekan yang buruk.

"Kami tahu banyak orang menganggap kami belum melakukan hal yang cukup untuk mencegah perilaku seperti ini di Twitter. Kami setuju," kata Twitter dalam pernyataannya pada Selasa lalu.

Perwakilan perusahaan media sosial bergambar burung itu melanjutkan, "Kami terus berinvestasi dalam meningkatkan alat-alat dan sistem agar bisa lebih baik dalam mengenali dan mengambil langkah cepat soal perilaku kasar [di Twitter]."

Jones sendiri sempat berkicau soal bagaimana seharusnya Twitter bersikap. Menurutnya, akomodasi kebebasan berpendapat memang penting. Tapi, lanjutnya, aturan juga perlu ada.

"Saya biasanya bertanya-tanya kenapa beberapa selebriti tidak punya akun Twitter," ia juga menulis. "Sekarang saya tahu," sang aktris melanjutkan.

Beberapa selebriti juga memilih menggunakan jasa pihak ke-tiga untuk berkicau di Twitter demi melindungi dirinya dari melihat komentar-komentar buruk. Lena Dunham pernah berkata, "Saya menyewa orang untuk berkicau atas nama saya karena itu bukan lagi tempat aman bagi saya." (rsa/vga)