Dibantu Nicky Parson (Julia Stiles), Bourne mencuri sejumlah data CIA. Termasuk sebuah program baru yang dibuat untuk menangkapnya: Ironhand.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi Bourne di sekuel ke-lima ini tidak banyak berbeda dengan prekuelnya: The Bourne Identity (2002), The Bourne Supremacy (2004), dan The Bourne Ultimatum (2007). Aksi cerdik nan menegangkan dari Bourne masih diumbar, meski usia Damon tak lagi muda. Dari segi ketangkasan, kekuatan dan strategi pun masih sama.
Yang seru, adegan pertarungan lebih banyak dilakukan dengan tangan kosong, tanpa bantuan senjata. Padahal, jika dibandingkan film sebelumnya, teknologi yang dimiliki CIA sudah jauh lebih canggih. Beberapa adegan juga sangat luar biasa, antara lain saat Bourne terlibat kejar-kejaran mobil dengan salah seorang agen CIA di Las Vegas, AS.
Karakter Heather Lee juga mengagumkan. Setiap instruksi yang ia berikan untuk para agen CIA selalu jelas dan tegas. Sekali pun berada di situasi yang menegangkan.
Hanya saja, di film The Bourne Ultimatum, trik serta strategi yang digunakan Bourne untuk menghindar dari pengejaran CIA jauh lebih beragam. Tak hanya itu, akhir kisah The Bourne Ultimatum juga terasa lebih 'nendang' dibanding Jason Bourne.
Penggemar Jason Bourne di Indonesia menyaksikan aksi menegangkannya di bioskop pada 27 Juli 2016. Sedangkan penonton di Amerika Serikat baru bisa menikmatinya sejak kemarin, 29 Juli 2016.
(vga/vga)