Sarah Jessica Parker: Saya Bukan Feminis
Lesthia Kertopati | CNN Indonesia
Senin, 08 Agu 2016 06:29 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam sebuah wawancara, Sarah Jessica Parker menyebut dirinya bukanlah feminis.
Bintang Sex and the City itu memang percaya pada kesetaraan gender dan ikut memperjuangkan hak-hak perempuan, namun dia mengatakan dirinya belum 'terkualifikasi' sebagai feminis.
“Saya bukan feminis,” kata Parker saat diwawancara Marie Claire. “Saya pikir saya belum pantas mendapat sebutan itu. Saya percaya pada hak perempuan dan juga kesetaraan. Tapi ada banyak hal yang harus dilakukan dan sulit melakukannya bila memisahkan gender. Saya hanya ingin semua orang diperlakukan sama.”
Mengutip NME, Parker justru menganggap diri sendiri sebagai humanis ketimbang feminis.
Meskipun begitu, dia sangat mendukung perjuangan kolega sesama aktris, Jennifer Lawrence dan Emma Watson, yang tengah memperjuangkan kesetaraan gender baik di dalam maupun di luar Hollywood.
“Saya ingin perempuan dibayar sesuai dengan kontribusi mereka dalam pekerjaan, bukan dengan cara pandang kuno tentang gender,” ujar Parker.
“Wanita di seluruh dunia punya tanggung jawab yang sama, bahkan lebih besar dari pria. Mereka harus membayar tagihan, menyelesaikan pekerjaan rumah, mengurus anak. Kenapa mereka tidak boleh mendapatkan hak yang sama dengan pria?” tambah Parker. (les)
Bintang Sex and the City itu memang percaya pada kesetaraan gender dan ikut memperjuangkan hak-hak perempuan, namun dia mengatakan dirinya belum 'terkualifikasi' sebagai feminis.
“Saya bukan feminis,” kata Parker saat diwawancara Marie Claire. “Saya pikir saya belum pantas mendapat sebutan itu. Saya percaya pada hak perempuan dan juga kesetaraan. Tapi ada banyak hal yang harus dilakukan dan sulit melakukannya bila memisahkan gender. Saya hanya ingin semua orang diperlakukan sama.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun begitu, dia sangat mendukung perjuangan kolega sesama aktris, Jennifer Lawrence dan Emma Watson, yang tengah memperjuangkan kesetaraan gender baik di dalam maupun di luar Hollywood.
“Wanita di seluruh dunia punya tanggung jawab yang sama, bahkan lebih besar dari pria. Mereka harus membayar tagihan, menyelesaikan pekerjaan rumah, mengurus anak. Kenapa mereka tidak boleh mendapatkan hak yang sama dengan pria?” tambah Parker. (les)