David Ayer Bicara Gender dalam Film Pahlawan Super
M. Andika Putra | CNN Indonesia
Kamis, 11 Agu 2016 15:20 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Karakter pahlawan super identik dengan pria berwajah tampan dan berbadan kekar. Tapi belakangan, pahlawan super juga banyak yang berwujud perempuan berkarakter kuat dan seksi.
DC Comics misalnya, belakangan punya Wonder Woman dan Harley Quinn. Marvel Comics juga mulai menyerahkan Captain Marvel ke tangan bintang perempuan, meski belum memutuskan apakah akan ada film lepas untuk Black Widow.
Sutradara Suicide Squad, David Ayer mengaku punya perhatian khusus soal menempatkan perempuan sebagai salah satu karakter utama filmnya. Ia telah memulai dengan Suicide Squad.
Sebagian karakter utama film itu berjenis kelamin perempuan. Setidaknya ada tiga karakter utama perempuan, yaitu Harley Quinn (Margot Robbie), Enchantress (Cara Delevigne) dan Amanda Waller (Viola Davis). Ketiganya dapat porsi cukup besar.
Enchantress merupakan peran antagonis yang diperlukan sebagai sentral film. Amanda Waller sebagai pemimpin organisasi rahasia, juga punya peran penting membangkitkan Suicide Squad. Harley Quinn, meski sinting, selalu bisa memecah ketegangan saat kelompok penjahat merasa resah.
Merunut ke belakang, karakter pahlawan super perempuan terakhir muncul pada 1975 lewat serial Wonder Woman dan 1984 lewat Supergirl. Karakter perempuan mulai tenggelam sejak awal 1990-an sampai 2000-an. Belakangan baru bangkit lagi.
Yang bisa disebut sebagai pionir adalah Scarlett Johansson yang memerankan Black Widow dalam Iron Man 2. Sukses membetot perhatian, ia tampil dalam The Avengers, Captain America: The Winter Soldier, Avengers: Age of Ultron, dan terbaru Captain America: Civil War. Penggemarnya banyak.
Tak lama berselang, karakter perempuan juga tumbuh dalam film garapan DC Comics. Sosok Wonder Woman terlihat dalam film Batman V Superman: Dawn of Justice. Gal Gadot yang memerankannya. Melissa Benoist juga berperan sebagai Supergirl dalam serial televisi Supergirl.
Menurut Ayer, munculnya karakter perempuan selama lima tahun belakangan merupakan hal yang wajar. Ia menganggap sudah saatnya karakter selain laki-laki muncul dalam film pahlawan super.
"Saya pikir ini waktunya bagi keberagaman gender dalam film. Butuh waktu untuk mengenal kekuatan perempuan dalam komik," Ayer mengungkapkan. (rsa/rsa)
DC Comics misalnya, belakangan punya Wonder Woman dan Harley Quinn. Marvel Comics juga mulai menyerahkan Captain Marvel ke tangan bintang perempuan, meski belum memutuskan apakah akan ada film lepas untuk Black Widow.
Sutradara Suicide Squad, David Ayer mengaku punya perhatian khusus soal menempatkan perempuan sebagai salah satu karakter utama filmnya. Ia telah memulai dengan Suicide Squad.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang bisa disebut sebagai pionir adalah Scarlett Johansson yang memerankan Black Widow dalam Iron Man 2. Sukses membetot perhatian, ia tampil dalam The Avengers, Captain America: The Winter Soldier, Avengers: Age of Ultron, dan terbaru Captain America: Civil War. Penggemarnya banyak.
Tak lama berselang, karakter perempuan juga tumbuh dalam film garapan DC Comics. Sosok Wonder Woman terlihat dalam film Batman V Superman: Dawn of Justice. Gal Gadot yang memerankannya. Melissa Benoist juga berperan sebagai Supergirl dalam serial televisi Supergirl.
Menurut Ayer, munculnya karakter perempuan selama lima tahun belakangan merupakan hal yang wajar. Ia menganggap sudah saatnya karakter selain laki-laki muncul dalam film pahlawan super.
"Saya pikir ini waktunya bagi keberagaman gender dalam film. Butuh waktu untuk mengenal kekuatan perempuan dalam komik," Ayer mengungkapkan. (rsa/rsa)