Melalui penarikan suara sederhana yang dilakukan BBC Culture dan dikutip Independent, ratusan kritikus itu memilih film terbaik versi mereka. Hasilnya, Mulholland Drive karya David Lynch yang dirilis pada 2001 dipilih sebagai film terbaik abad ke-21 lewat polling itu.
Menyusul di belakangnya adalah film dari tahun-tahun yang berdekatan, yakni In the Mood for Love garapan Wong Kar-wai yang rilis 2000 dan There Will Be Blood garapan Paul Thomas yang rilis 2007.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Film populer yang masuk dalam daftar 100 karya dari berbagai negara itu antara lain No Country for Old Men (peringkat ke-10), Pan's Labyrinth (peringkat ke-17), Mad Max: Fury Road (peringkat ke-19), dan The Social Network (peringkat ke-27).
Ada pula film animasi dalam daftar itu, seperti Wall-E (peringkat ke-29), Inside Out (peringkat ke-41), Finding Nemo (peringkat ke-90), dan kartun tentang tikus koki Ratatouille (peringkat ke-93).
Menariknya, film dokumenter yang mendapat peringkat paling tinggi dalam daftar itu adalah The Act of Killing. Garapan sutradara Joshua Oppenheimer itu berada di peringkat ke-14.
Itu merupakan film pertama yang dibikin Oppenheimer yang mengungkap brutalnya pembantaian Partai Komunis Indonesia pada 1965. Jutaan orang dibantai masa itu karena dicap PKI.
The Act of Killing alias Jagal mengambil sudut pandang salah satu penjagal, yang mengaku melakukan pembantaian karena menganggap PKI, seperti disebut-sebut pemerintah, musuh negara.
Film yang saat pertama dirilis langsung menghebohkan dunia karena mengungkap salah satu aib negara itu, pernah masuk nominasi Academy Awards sebagai Film Dokumenter Terbaik, namun kalah oleh 20 Feet from Stardom.
Oppenheimer mengumumkan masuknya The Act of Killing sebagai salah satu film terbaik pilihan kritikus abad ini, di akun media sosialnya.
"Merasa terhormat The Act of Killing disebut sebagai Film Ke-14 Terbaik Abad Ke-21," tulisnya. (rsa)