Bahkan, album mereka yang berjudul Millenium dinobatkan sebagai album terlaris di Amerika dan terbaik pada tahunnya. Salah satu lagu populer mereka berjudul I Want It That Way, yang pada masanya sempat dipertanyakan makna di baliknya.
Disebut-sebut, lagu itu tidak masuk akal. Paduan antara lirik pada bait pertama ke bait lainnya saling bertentangan. Temanya tidak jelas—apakah soal cinta, perpisahan, atau emosi. Seorang penulis The New Yorker Jon Seabrook bahkan memasukkan lagu itu dalam buku The Song Machine sebagai lagu berlirik aneh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Carter, mereka akhirnya menyewa sejumlah produser untuk menulis ulang lagu tersebut. Tapi nasibnya berbeda. "Jadi, ada versi lain dari lagu ini di luar sana. Tapi sebagai grup, kami telah memilih untuk tidak menyetujuinya,” ujarnya. Alhasil, lirik lama dari sang penulis asli yang aneh itulah yang dipertahankan.
Keputusan mereka memilih versi aslinya itu, diakui Richardson, merupakan pilihan tepat. Berkat itu nama mereka pun turut melambung. "Saya tidak berpikir itu akan berakhir seperti itu, bahwa kami memilih sesuatu yang tepat. Saya kira Anda bisa mengatakan, ini jadi salah satu yang masuk akal," giliran McLean yang menimpali.
Grup itu tidak bisa menjelaskan secara logika mengapa mereka memilih versi aslinya. Menurut mereka itu berkaitan dengan hal di luar batas. “Rasanya tidak baik [mempertahankan lirik yang kontroversi], tapi terkadang Anda harus memilih apa yang terasa benar menurut Anda," kata Richardson menjelaskan.
"Saya berbicara dengan penggemar bahwa lagu itu masuk akal buat mereka, dan semua orang punya penafsiran lirik yang berbeda bahkan setiap lagu telah mengubah cara orang yang berbeda juga,” tutur Richardson mengakhiri. (rsa)