Murakami tak bisa menyusul jejak Yasunari Kawabata, orang Jepang pertama yang dianugerahi penghargaan bergengsi itu pada 1968.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti Homer dan Sappho, lirik Dylan juga tak lekang masa. Knocking on Heaven's Door masih didengarkan hingga kini. Begitu pula dengan Just Like a Woman, Forever Young, dan Like a Rolling Stone. Liriknya padat, memikat, dan berima. Terdengar seperti puisi yang dilantunkan sempurna.
Daftar penerima Nobel Sastra yang baru ada sejak 1968 biasanya berkisar antara penyair, novelis, penulis, jurnalis, atau pemain peran. Belum pernah ada aktris atau aktor populer yang masuk ke dalamnya. Maksimal pemain teater atau komedian. Sutradara juga ada yang masuk dalam daftar.
Kemenangan Dylan membuktikan bahwa musik pun bagian dari seni dan karya sastra. Bahwa karya populer juga bisa digarap apik, klasik, serta tak lekang masa. Dylan menorehkan jejak pertama bagi penulis lirik lagu untuk juga dihargai penuh gengsi. (les)