Sendratari Ramayana Masih Memikat Hati Wisman

Ardita Mustafa, CNN Indonesia | Senin, 17/10/2016 11:17 WIB
Sendratari Ramayana Masih Memikat Hati Wisman Candi Prambanan yang juga menggelar pertunjukkan sendratari Ramayana. (ANTARA FOTO/ Aloysius Jarot Nugroho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pertunjukan sendratari Ramayana yang disajikan kelompok Ramayana Ballet Purawisata (RBP) di Purawisata berhasil menarik perhatian lebih dari satu juta penonton setelah ditampilkan selama 40 tahun.

"Sejak 1976 sampai 2016, yang menonton sendratari Ramayana RBP sudah mencapai satu juta lebih penonton," kata Pimpinan RBP, Dahanan saat ditemui, di Yogyakarta, Sabtu (15/10), seperti yang dilansir Antara.

Dahanan menjelaskan, saat awal berdiri pada tahun 1976 hingga tahun 1990, jumlah penontonnya hanya sekitar 20 orang per hari.


Selanjutnya, sejak tahun 1991 hingga saat ini, jumlah penontonnya naik mencapai 100 orang per hari.

"Dari total jumlah itu, sekitar 30 hingga 40 persen merupakan wisatawan mancanegara. Jadi kita bersyukur, semakin banyak yang tertarik dengan pertunjukkan ini," ungkap Dahanan.

Dahanan mengatakan, awal pembentukan sendratari Ramayana RBP itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan untuk mendapatkan hiburan kebudayaan yang menarik di Yogyakarta.

Saat itu, kata Dahanan, sudah ada sendratari Ramayana yang digelar di Candi Prambanan, namun pertunjukan itu hanya dilakukan setiap dua minggu sekali.

Jadi, bagi wisatawan yang tepat hadir saat jadwal pertunjukan itu, bisa menikmatinya, namun bagi yang tidak sesuai jadwal, maka mereka tidak bisa menikmatinya.

"Karena itu, kami ingin juga menjangkau mereka dengan mengadakan pertunjukan sendratari Ramayana setiap malam, agar semua wisatawan bisa menikmati pertunjukan sendratari Ramayana ini," kata Dahanan.

Secara terpisah, Human Resources Manager Mandira Baruga Purawisata MBP, Nizar Fachri, mengatakan, banyak pejabat tinggi negara yang telah menikmati pertunjukan sendratari Ramayana RBP itu.

"Kami ingin tetap menyuarakan misi kebudayaan Indonesia ini kepada masyarakat luas dan dunia internasional," tambah Nizar.

(ard)