Jelang Biennale Jogja, Seniman Indonesia 'Magang' di Nigeria

Nadi Tirta Pradesha, CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2015 18:05 WIB
Jelang Biennale Jogja, Seniman Indonesia 'Magang' di Nigeria Ilustrasi (CNNIndonesia GettyImages/Thinkstock/wrangel)
Jakarta, CNN Indonesia -- Acara seni budaya Biennale Jogja XIII Ekuator #3: Hacking Conflict di Jogja National Museum bakal dilaksanakan beberapa bulan lagi. Tepatnya, pada 1 November hingga 10 Desember 2015.

Sebagai “pemanasan” menjelang perhelatan tersebut, dua seniman Indonesia, Anggun Priambodo dan Maryanto, siap terbang ke Nigeria melakukan residensi—semacam magang—selama dua pekan di Lagos.
 
Residensi ini akan dilakukan sejak Oktober hingga November. Menurut Direktur Biennale Jogja XIII Alia Swastika, program residensi dua arah ini sudah dilaksanakan sejak seri Ekuator #1.

Dua arah yang dimaksud Alia, tidak hanya Indonesia saja yang memberangkatkan senimannya ke Nigeria. Negeri di Afrika ini juga mengirimkan satu kurator Jude Anogwih dan empat seniman lain.


Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, dalam rangka Biennale Jogja XIII kali ini, Indonesia memang membangun jembatan komunikasi dengan seniman Nigeria sebagai negara rekanan.

Kerja sama ini terjalin, karena Indonesia dan Nigeria sama-sama memiliki visi membangun jejaring dengan negara yang dilintasi garis Khatulistiwa.

Pertukaran kebudayaan di Biennale Jogja XIII tidak hanya terjadi lewat karya yang dipamerkan, namun juga bagaimana pemikiran dan gagasan kreatif diberi ruang pertemuan mendalam.

Dua seniman Indonesia yang melaksanakan resindensi di Lagos dipilih oleh kurator. Menurut kurator Biennale Jogja XIII Wok the Rock, Maryanto dipilih karena gagasan karyanya.

Dalam berkarya, Maryanto membalut seni dengan isu ekonomi-politik pertambangan yang agaknya relevan dengan kondisi lingkungan hidup dan masalah di Nigeria. Sebelumnya, Maryanto melakukan penelitian seputar isu pertambangan lokal di Blora dan Bojonegoro.

Sedangkan Anggun Priambodo, sutradara Rocket Rain, akan bekerja dengan komunitas film mandiri di Lagos. Residensinya di Nigeria termasuk penelitian tema mendalam untuk melihat kemungkinan berkolaborasi.

(vga/vga)