Dalam proses menuju album barunya itu, mengutip Contact Music, sang pelantun Perfect Illusion mengaku dirinya sangat tertekan dengan hidup yang dihadapi di dunia musik.
"Saya tidak bisa melihat kemampuan dan bakat saya sendiri. Dan ketika Anda kehilangan pemahaman, Anda hanya dapat berputar di sana," katanya mencurahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya merasa lelah dan saya seperti orang sekarat. Tak lama setelah merilis album terakhir, 2013 lalu. Saya rasa butuh waktu untuk menstabilkan ini. Saya minum obat. Tapi saya tidak mengatakan saya merasa sepenuhnya lebih baik karena obat-obatan," katanya pada Mirror.
Gaga akhirnya mampu bertarung dengan rasa cemasnya. Ia pun mampu meyakinkan diri dan mengubah pikirannya untuk tetap bermusik. Hanya tujuannya yang kini berubah. Tidak lagi untuk kebutuhan bisnis, melainkan lebih untuk sesuatu yang bisa ia nikmati sendiri.
"Ketika Anda menjadi terkenal dan Anda menjadi bintang, ada beberapa hal lain yang mulai terjadi. Anda harus bekerja dengan sistem, terutama dengan industri musik saat ini yang begitu berbeda," kata penyanyi yang berusia 30 tahun ini.
Lebih lanjut ia pun menambahkan, "Anda harus berurusan dengan perang streaming dan itu mimpi buruk yang sesungguhnya yang harus dihadapi sebagai seniman. Itu bukan tentang musik tapi semua tentang bisnis, dan itu bukanlah diri saya sesungguhnya." (rsa)