"Saya meninggalkan [One Direction] karena saya ingin menjadi pemuda 22 tahun selayaknya, bersantai dan memiliki beberapa waktu pribadi jauh dari sorotan publik," tulisnya kala itu.
Tapi kini, diberitakan NME, pelantun lagu Pillowtalk itu malah memberi penyangkalan kalau pernyataan tersebut bukanlah ditulis oleh dirinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah Anda pikir itu saya yang menulis? Coba lihat bagaimana itu tertulis. Saya bukan seorang pengacara berusia 35 tahun, saya tidak mungkin menulis seperti itu," ungkapnya.
"Mungkin saya akan bilang, dan menasehati diri agar mencari tahu mana yang terbaik dulu, sebelum membuat keputusan,'" ucap Zayn.
Dia pun berangan-angan jika bisa mengulang masa-masa sebelum dirinya menceburkan diri ke ajang pencarian bakat, "Saya akan menunggu beberapa tahun lagi waktu tambahan [untuk menandatangani kontrak rekaman]."
"Kalau saya menjadi orang terkenal, saya tidak akan pernah punya apa yang dinamakan anonimitas. Jika saya bisa kembali ke waktu itu, saya akan memiliki beberapa tahun untuk menjadi anonim," tutur Zayn.
Dalam buku otobiografi barunya bertajuk 'Zayn' yang dirilis pekan ini lewat penerbit Penguin Random House, ia turut bercerita soal dirinya yang berjuang dari gangguan makan ketika menjadi anggota One Direction.
Selain itu, ia juga mengungkapkan bagaimana ia dibatasi untuk menciptakan karya berkaitan dengan topik seks. Hingga mengatakan bahwa band legendaris The Beatles adalah sosok yang punya pengaruh penting dalam kehidupannya bermusik. (rah)