Dengan dirilisnya single tersebut, Bangkutaman juga mengumumkan bahwa mini album Rileks telah resmi dirilis dalam format digital. Single Lelaki (Dan Hidupnya) itu tulis sendiri oleh sang vokalis dan pemain gitar band Wahyu 'Acum' Nugroho.
Menurutnya, lirik lagu itu terinspirasi dari orang yang sakit jiwa. Sosok yang menurutnya telah menjadi bagian dari kehidupan urban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pengalamannya itu, Wahyu kemudian merefleksikan hal tersebut ke dalam kehidupannya sendiri. Dia merasa bahwa sebagai lelaki punya kegilaannya sendiri, punya kehidupan pribadi yang terkadang orang lain tak pernah tahu, baik itu sahabat, orangtua, atau bahkan pasangan hidup.
"Perlu diingat, manusia pada dasarnya, selain mahkluk sosial, ia juga mahluk individu yang punya ‘ruang’ atau ‘dunia’ nya sendiri yang tak bisa dimasuki apalagi diganggu orang lain," katanya.
"Nah, ‘ruang’ dan ‘dunia’ sendiri ini-lah yang bisa menimbulkan kreativitas di dalamnya. Seperti menulis puisi, atau lagu, atau bisa yang lainnya," imbuhnya.
Musiknya sendiri diungkapkan baru digarap saat band yang digawangi juga oleh Irwin Ardy (Gitar, Vokal), Madava (Bass, Vokal), Christo Putra (Keyboards, Drum), dan Topan Daru (Drum) melakukan sesi rekaman. Bagi mereka musik itu secara sengaja dibuat laidback, mengayun lembut, seperti pesilangan antara Neil Young, The Youngbloods bertemu Belle and Sebastian.
Dikatakan, ada petikan gitar 12 senar yang menjadi melodi utama di lagu ini, seolah menghembuskan nafas folkrock era akhir 1960 dan awal 1970-an.
Kini, para penikmatnya dapat mendengarkan atau mengunduh mini album yang berisi empat lagu itu melalui 36 Digital Music Service termasuk iTunes (Apple Music), Spotify, Joox, TIDAL, Shazam, Deezer, Amazon Music, dan sebagainya.
Mini album Bangkutaman sendiri pertama kali dicetak dalam format kaset bertepatan dengan International Cassette Store Day pada 8 Oktober yang lalu. Sebanyak 200 kopi dari keseluruhan album Rileks sudah beredar di toko-toko independen, baik di Jakarta, Solo, Jogja, Bandung dan toko online.
“Kami memutuskan untuk juga merilis dalam format digital karena ingin tetap relevan dengan bagaimana penikmat musik mengonsumsi musik kesukaan mereka saat ini," kata Irwin.
Dia pun menambahkan, "Rilisan album fisik adalah satu hal penting juga, tapi rilisan digital tetap harus ada untuk mereka yang selalu membawa smartphone dan headset-nya ke mana saja."
[Gambas:Youtube]