Melansir NME pada Sabtu (11/11), dalam wawancara dengan BBC, Amstrong mengatakan bahwa ia dan banyak orang yang anti-Trump belum rela menerima taipan real estate tersebut menjadi Presiden ke-45 AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan Amstrong juga menyalahkan Trump atas bertambahnya jumlah 'golongan pekerja kulit putih yang tidak terdidik'.
"Bila ada siapa pun, akibat pemilihan ini, merasa termarginalkan, saya bersimpati atas mereka. Jadi, entah Anda hitam, cokelat, putih, gay, heteroseks, transgender, muslim, saya bersama mereka," katanya.
Green Day merilis album musik studio, Revolution Radio, pada Oktober lalu. Album ke-12 tersebut adalah debut kembali setelah terakhir kali mengeluarkan album pada 2012.
Green Day juga mengonfirmasi bahwa produksi film yang diadaptasi dari album American Idiot juga berlangsung dengan baik, setelah rumah produksi HBO memberikan lampu hijau.
Aksi demo anti-Trump pun terus bergulir di Amerika Serikat, termasuk New York. Sekitar 1.200 orang berkumpul di kawasan Washington Square, New York, yang berdekatan dengan pusat bisnis Manhattan.
Beberapa di antaranya terlihat membawa balon berwarna merah dan poster bertuliskan kalimat “damai dan cinta,” sebagaimana dilansir dari AFP pada Jumat (11/11).
Demonstran lainnya terlihat membawa poster bertuliskan kalimat “Tembokmu Tidak Akan Menghalangi Langkah Kami”—sebuah kalimat yang bernada penolakan terhadap aturan pembangunan tembok pemisah antara AS dan Meksiko, yang sempat dinyatakan dalam kampanye pengusaha properti itu.
(ard)