Pengorbanan 'The Rock' untuk Jadi Pria Terseksi Dunia

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Rabu, 16/11/2016 11:49 WIB
Pengorbanan 'The Rock' untuk Jadi Pria Terseksi Dunia Kekarnya tubuh Dwayne 'The Rock' Johnson terlihat dalam film Central Intelligence. (Dok. Universal Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia -- Majalah People baru saja mendapuk Dwayne ‘The Rock’ Johnson sebagai Pria Terseksi Dunia 2016. Ia menjadi pria non-kulit putih pertama setelah 20 tahun yang ‘menjabat’ predikat itu. Sebelumnya, pada 2006 pernah ada Denzel Washington yang menjadi Pria Terseksi Dunia.

Secara fisik, Johnson memang susah diabaikan. Sebagai mantan pegulat profesional, ia identik dengan tubuh kekar berotot. Lengannya begitu besar. Kotak-kotak di perutnya nyata.

Postur itu tak ayal membuat iri banyak lelaki, salah satunya seorang ahli teknologi yang sekaligus pendiri start up, Mark Webster. Ia mencari bagaimana cara Johnson membentuk dan menjaga tubuhnya, lalu mempraktekkannya pada diri sendiri. Dari situ Webster pun bisa menyimpulkan, “Dia bekerja sangat, sangat keras.” Mulai dari latihan, sampai pola makan.


Apa yang sebenarnya dilakukan ‘Sang Hercules?’

Mengutip berbagai sumber, bapak dua anak itu makan 5.000 kalori per hari, yang tersebar ke dalam setidaknya tujuh makanan. Ikan favoritnya adalah kod, yang kaya akan protein. Dalam sehari, setidaknya ia memakan satu kilogram ikan kod. Sisanya adalah telur, steak, ayam, sayur, dan kentang. Total makanan yang dikonsumsi sang aktor sekitar 10 kilogram per hari.

Bukan hanya melelahkan, menjadi ‘The Rock’ selama sebulan saja, sudah menguras kantong. Webster menghabiskan sekitar US$1.262 atau Rp16 juta per bulan untuk makanan saja. Artinya, rata-rata ia menghabiskan US$42 atau Rp561 ribu per hari, termasuk untuk membeli ikan kod yang harganya mencapai sekitar US$18 atau Rp240 ribu per porsinya.

Bukan hanya butuh uang, itu juga menghabiskan waktu. Webster menghabiskan 1,5 jam untuk menyiapkan makanan setiap dua sampai tiga bulan sekali. Setiap hari, ia butuh sekitar 1,5 jam lainnya untuk menyantap berbagai macam makanan sesuatu urutan dan jam yang ditentukan.

“Masalah terbesar soal makan adalah mengganggu hari Anda. Setiap beberapa jam, Anda harus berhenti dan makan lagi,” kata Webster. Pernah suatu kali, karena harus makan sesuai aturan, ia menyantap makanannya di ruang konferensi, di tengah semua orang sedang rapat.

Belum lagi waktu yang dihabiskan untuk berlatih. Enam hari seminggu, ada satu jam latihan kardio dan 1,5 jam latihan menjaga berat badan. Latihan itu membakar 3.550 kalori per hari. Kata Webster, itu latihan yang dilakukan Johnson saat memerankan Hercules di film.

“Dia melakukannya selama enam bulan. Kalau saya melakukan selama enam bulan, saya bisa membayangkan akan ada perubahan signifikan di tubuh saya,” kata Webster soal latihan itu.

Soal itu jelas butuh komitmen. Menjadi ‘seseksi’ Johnson ternyata butuh meluangkan waktu sekitar lima jam sehari: menyiapkan makanan, makan, dan berolah raga membentuk tubuh.

Bagaimana hasilnya pada Webster, yang mencobanya selama sebulan? “Lengan saya sedikit lebih besar, bagian atas paha saya lebih besar. Saya merasa luar biasa. Saya 37 tahun, merasa nyeri sepanjang waktu. Sekarang tidak lagi. Saya merasa lebih baik,” katanya.

Selain fisiknya membaik dan detak jantungnya lebih teratur, Webster juga merasa kekuatannya lebih teruji. Baginya, itu pengorbanan yang layak. Tapi hidup seperti itu juga butuh persiapan, tak bisa langsung ‘lompat’ dari kebiasaan tidur-tiduran di sofa saja.

“Anda mungkin bisa membunuh diri Anda. [Kalau] saya [memang sudah] menghabiskan beberapa tahun terakhir untuk membentuk tubuh,” ujar Webster, yang kini bangga dengan tubuhnya. (rsa/rsa)