Selama berdekade-dekade, Barbie identik dengan kecantikan ala model. Rambut pirang, kulit putih, pinggang super ramping, ukuran tubuh proporsional. Meskipun, seiring perkembangan zaman sudah mulai muncul Barbie berkulit gelap, bertubuh besar, bahkan berhijab.
Sementara Schumer, identik dengan ukuran tubuh yang tidak langsing. Ia sering mengutarakan soal bagaimana perempuan terobsesi pada kerampingan tubuh, dan mengkritik pandangan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada pula yang mengatakan, jika Schumer Barbie-nya, maka Seth Rogen harus jadi Ken.
Meski banyak yang mengecam, ada pula yang mendukung Schumer. Akun @DarciMonet mengatakan ia baru akan menonton Barbie justru jika tahu bahwa Schumer yang membintanginya.
Schumer juga mendapat dukungan lain, seperti “Kepada orang-orang yang marah karena Amy Schumer memerankan Barbie di film live-action, [yang marah] untuk bertubuh besar, enyahlah.” Dukungan dari akun lain menyebutkan, “Jika Anda mau repot-repot membaca sinopsisnya, Anda akan memahami bahwa pemilihan peran itu sangat masuk akal.”
Versi live-action Barbie memang tidak seperti animasi Barbie yang menonjolkan penampilan fisik nan cantik. Ceritanya justru tentang seorang perempuan yang terdepak dari daerah sempurna bernama Barbieland, hanya karena tidak sesuai dengan orang-orang yang lain.
Setelah diasingkan, karakter yang diperankan Schumer itu melakukan perjalanan ke dunia nyata dan menemukan bahwa keunikannya lah yang membuatnya berbeda. Itu sebuah aset.
Schumer bukan hanya mengambil peran utama film itu. Dikabarkan, ia juga bakal membantu penulisan naskahnya. Ia akan merombak naskah asli bersama saudarinya, Kim Caramele. (rsa)