Film tersebut juga menjadi juara di kategori Skenario Asli Terpilih, Penyuntingan Gambar Terpilih, serta Aktor Muda Cilik Terpilih yang didapat Dionisius Rivaldo Moruk.
Meski meraih penghargaan tertinggi, film Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara masih kalah dari film Athirah yang memboyong enam Piala Maya 2016 dari 13 nominasi yang didapat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya membacakan pemenang nominasi terpilih, gelaran acara yang mengusung tema 5elebrasi ini pun turut memberi apresiasi terhadap berbagai kalangan industri film, di antaranya segmen Obituary sebagai ucapan terima kasih atas karya di layar Indonesia sekaligus mengenang seniman yang telah wafat lebih dahulu. Selain itu, Piala Maya juga memberi persembahan khusus yakni Maestro untuk Mira Lesmana sebagai pelaku industri film di tanah air.
“Mohon maaf saya tidak bisa hadir dan saya pribadi mengucapkan terima kasih terhadap penghargaan ini. Saya merasa sangat terhormat sudah mendapatkan apresiasi Maestro ini. Teruslah membuat karya yang berarti dan semoga Piala Maya terus ada sebagai apresiasi terhadap industri perfilman Indonesia,” ungkap Mira Lesmana lewat video yang ditampilkan.
Berikut daftar film dan sineas lain yang turut membawa pulang Piala Maya tahun ini:
Film Panjang/ Bioskop Terpilih:
Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara
Riri Riza dalam malam apresiasi Piala Maya 2016. (CNNIndonesia/AgniyaKhoiri) |
Sutradara Terpilih:
Riri Riza (Athirah)
Skenario Asli Terpilih:
Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara
Skenario Adaptasi Terpilih:
Ngenest
Tata Kamera Terpilih:
Athirah
Tata Artistik Terpilih:
Athirah
Tata Musik Terpilih:
Surat dari Praha
Penyuntingan Gambar Terpilih
Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara
Tata Suara Terpilih:
A Copy of My Mind
Tata Efek Khusus Terpilih:
Bangkit!
Tata Kostum Terpilih:
Athirah, Citra Subyakto
Tata Rias Wajah & Rambut Terpilih
Athirah
Desain Poster Terpilih:
A Copy of My Mind
Lagu Tema Terpilih:
Ratusan Purnama (Ada Apa dengan Cinta? 2)
Ernest Prakasa memegang Piala Maya yang diraihnya tahun ini. (Foto: CNN Indonesia/Agniya Khoiri) |
Aktor Utama Terpilih:
Reza Rahadian (My Stupid Boss)
Aktris Utama Terpilih:
Cut Mini (Athirah)
Aktor Pendukung Terpilih:
Adie Kurdi (Catatan Dodol Calon Dokter)
Aktris Pendukung Terpilih:
Chelsea Islan (Ini Kisah Tiga Dara)
Aktor Pendatang Baru Terpilih:
Bisma Karisma (Juara)
Aktris Pendatang Baru Terpilih (Piala Tuti Indra Malaon):
Sheryl Sheinafia (Koala Kumal)
Aktor/ Aktris Muda (Cilik/ Remaja) Terpilih:
Dionisiun Rivaldo Moruk (Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara)👍🏻
Penampilan Singkat nan Berkesan (Piala Arifin C. Noer):
Jennifer Arnelita (Sabtu Bersama Bapak)
Film Pendek Terpilih:
Pangreh
Film Dokumenter Pendek Terpilih:
Teater Tanpa Kata: Sena Didi Mime
Film Dokumenter Panjang Terpilih:
Pantja Sila: Cita-cita dan Realita, Tio Pakusadewo
Sihung
Film Animasi Terpilih:
Ang
Kritik Film Terpilih:
Paskalis Damar (A Copy of My Mind: A Copy of Joko Anwar’s Mind)
Piala Iqbal Rais—Debut Sutradara Berbakat:
Ernest Prakasa (Ngenest)
Koleksi DVD Terpilih:
Ada Apa dengan Cinta? 2 — Box Set
Kategori Baru—Video Klip Musik Terpilih:
Ruang Sendiri (Tulus), Sutradara: Galih Mulya Nugraha.
Penghargaan Khusus: Pemilihan Ide Cerita Terpilih
Bangkit!
Sunya
Terpana
Special Mention: Film Daerah Terpilih
Uang Panai, Sutradara Asril Sanu, Halim Gani Safia (rah)
Riri Riza dalam malam apresiasi Piala Maya 2016. (CNNIndonesia/AgniyaKhoiri)
Ernest Prakasa memegang Piala Maya yang diraihnya tahun ini. (Foto: CNN Indonesia/Agniya Khoiri)