Empat pemain musik tradisi Indonesia itu berasal dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Solo. Selain Indonesia-Inggris, kolaborasi tersebut juga melibatkan sejumlah musisi tradisi dari India.
"Selama kurang lebih seminggu para musisi dari berbagai negara dan latar belakang musik berbeda itu akan melakukan proses eksplorasi di salah satu sudut kota London," ujar Thomas Siregar, Minister Counsellor KBRI London, Selasa (24/1), seperti dilansir Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari rekam jejaknya, Susheela Raman berkecimpung dalam berbagai genre musik di antaranya jazz, blues, folk dan trance. Ia sebelumnya juga pernah masuk nominasi BBC World Music Awards 2016. Saat tur ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia, ia mengaku terpesona dengan gamelan.
Menurut Thomas, gamelan bukanlah alat musik yang asing di Inggris. Setidaknya terdapat 150 kelompok gamelan yang tersebar di berbagai institusi pendidikan dan komunitas seni lainnya.
Gagasan kolaborasi yang diusung di antaranya akan memadukan bunyi gamelan dengan alat petik gitar dan cello Inggris, serta tabla dari India.
Thomas mengatakan kolaborasi ini sekaligus dapat mempromosikan seni musik tradisional Indonesia sehingga dapat lebih dikenal dan diterima pecinta musik di Inggris. (han/rah)