Dengan raihannya itu, Barry mencatatkan diri menjadi penulis novel pertama yang mendapatkan penghargaan bergengsi Costa sebanyak dua kali. Selain dia, ada dua penyair yang juga mencapai raihan serupa yakni Seamus Heaney dan Ted Hughes.
"Days Without End adalah pilihan para juri karena menggambarkan dengan sangat indah dan menggugah akan kondisi Barat masa lampau," ungkap ketua dewan juri Kate Williams, seperti dilansir AFP, Rabu (1/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut William, pengkarakteran dalam novel yang dibuat Barry sangat menarik dan brilian. Oleh karenanya karya itu berhak dipilih sebagai pemenang.
"Ini membuat saya bahagia tak terkira dari kepala hingga ujung kaki, yang rasanya tidak pantas dilakukan oleh seorang berusia 61 tahun," ujar Barry.
Kisah novel Days Without End sendiri dikabarkan ditulis Barry setelah putranya mendeklarasikan dirinya sebagai gay.
Penghargaan Costa merupakan salah satu kompetisi sastra bergengsi bagi penulis yang tinggal di Inggris dan Irlandia. Tahun ini, ada sekitar 596 karya yang masuk dalam kompetisi, dan lima diantaranya masuk sebagai unggulan.
Tahun lalu, penghargaan ini diraih Frances Hardinge lewat bukunya The Lie Tree, novel detektif berlatar abad ke-19.