Usai Terlalu 'Putih,' Oscar Dianggap Terlalu 'Lelaki'

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Selasa, 07/02/2017 06:30 WIB
Usai Terlalu 'Putih,' Oscar Dianggap Terlalu 'Lelaki' Ajang Piala Oscar kini dianggap terlalu banyak nomine laki-laki. (REUTERS/Lucy Nicholson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ada lagi masalah yang dihadapi Oscar. Setelah dinilai terlalu ‘putih,’ kini penghargaan tertinggi bidang perfilman Hollywood itu disebut-sebut kekurangan nominasi perempuan.

Dua tahun belakangan tagar #OscarsSoWhite ramai diperbincangkan. Puncaknya tahun depan, saat Will Smith, Jada Pinkett Smith dan selebriti kulit hitam lain memboikot Oscar.

Sejak itu Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) berbenah. Mereka merekrut lebih banyak anggota dari kaum minoritas. Setahun kemudian, nominasi Oscar lebih beragam.


Tapi kritik kembali datang. Kali ini dari sekelompok demonstran yang mengangkat poster bertuliskan ‘Lebih banyak sutradara perempuan!’ di pusat kota Los Angeles. Kenyataannya, memang tidak ada satu pun sutradara perempuan yang masuk menjadi nomine Oscar tahun ini.


Nominasi untuk Sutradara Terbaik diberikan kepada Denis Villeneuve (Arrival), Mel Gibson (Hacksaw Ridge), Damien Chazelle (La La Land), Kenneth Lonergan (Manchester by the Sea) dan Barry Jenkins (Moonlight). Padahal ada sutradara perempuan yang punya film tahun ini.

Di sinematografi pun, tidak ada nomine perempuan.

Tapi perempuan belakang layar yang namanya dianggap layak masuk Oscar tahun ini hanya Allison Schroeder. Ia mendapat nominasi untuk skenario yang ditulisnya untuk Hidden Figures. Cerita itu sendiri memang berfokus pada sosok perempuan penting di balik NASA.

Per tahun ini, menurut analisis yang ditemukan oleh Women’s Media Center, perempuan hanya menguasai 20 persen dari nominasi non-akting. Hanya 37 perempuan yang namanya ada di nominasi, sementara 152 lainnya laki-laki. Di Film Terbaik, 30 persen nominasi perempuan.


Kategori dengan nominasi perempuan terbanyak adalah Film Dokumenter Pendek Terbaik. Sebanyak 50 persen dari nominasinya yang pernah ada, dari kalangan perempuan. Sementara untuk nominasi Sinematograsi, perempuan belum pernah dicalonkan. Semua lelaki.

Di kalangan perfilman memang perempuan belum terlalu mendapat tempat. Di film-film box office, hanya ada 13 persen penulis perempuan, 17 persen produser eksekutif, 24 persen produser, 17 persen editor atau penyunting gambar, dan lima persen sinematografer.

Meski begitu, hingga kini belum ada tagar #OscarsSoMale untuk mengganti #OscarsSoWhite. (rsa/rsa)