United Talent Agency (UTA) Hollywood, yang menaungi 300 agensi yang mewakili artis di Amerika Utara dan Eropa, biasanya menggelar pesta Oscar di Los Angeles. Namun, rencana untuk tahun ini dibatalkan dan sebagai gantinya mereka akan menggelar aksi di hadapan kantor mereka di Beverly Hills dua hari jelang pengumuman Oscar, dan menyumbangkan uang sebanyak US$ 250 juta kepada American Civil Liberties dan International Rescue Committee.
"Inilah momen yang meminta perhatian, keadaran dan kerendahan hati kita," ungkap pimpinan UTA, Jeremy Zimmer dalam memonya untuk karyawan, seperti dilansir The Hollywood Reporter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
UTA menaungi sejumlah artis ternama di Hollywood, sebut saja di antaranya penyanyi Mariah Carey, sutradara Ethan dan Joel Cohen, aktor Chris Pratt, Harrison Ford, dan Alicia Vikander.
Keputusan ini juga diiringi dengan tuntutan agar Trump membatalkan kebijakan pelarangan bagi pengungsi dan warga yang datang dari tujuh negara muslim masuk ke AS.
Kebijakan migrasi Trump yang menuai berbagai aksi di sejumlah bandara di AS itu, telah ditangguhkan pada Jumat oleh hakim federal AS. Pihak Trump mengatakan pengambilan kebijakan itu beranjak dari alasan pengamanan nasional.
UTA juga mewakili sutradara Iran Asghar Farhadi, yang kali kedua masuk dalam nominasi film berbahas asing terbaik Oscar untuk filmnya The Salesman, akan tetapi tidak bisa hadir merujuk pada pelarangan masuk kebijakan Trump.
Terkait kabar ini, UTA, yang merupakan satu dari tiga manajemen artis besar Hollywood selain William Morrise Endeavour dan Creative Artists Agency, belum memberikan konfirmasi dan komentar lebih jauh. (rah)