'Anak' Chicco Jerikho-Lala Karmela Segera Lahir di 'Bukaan 8'

Resty Armenia, CNN Indonesia | Jumat, 17/02/2017 02:10 WIB
Di Bukaan 8, Chicco Jerikho dan Lala Karmela berperan sebagai pasangan yang menghadapi banyak rintangan saat menantikan kelahiran anak pertamanya. 'Bukaan 8' bercerita soal pasangan generasi millenial yang menantikan kelahiran anak pertamanya. (Foto: CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Chicco Jerikho dibuat kelimpungan di detik-detik kelahiran anak pertamanya dengan Lala Karmela. Bukan hanya duit untuk biaya proses persalinan di rumah sakit yang kurang, tapi orangtua dari kedua pasangan yang tidak bisa akur.

Tenang, itu semua hanya cuplikan konflik seru yang ada di film terbaru Chicco dan Lala, Bukaan 8. Film karya sutradara Angga Dwimas Sasongko dan penulis skenario Salman Aristo ini bakal tayang di bioskop di seluruh Indonesia mulai 23 Februari mendatang. 

Dalam Bukaan 8, Chicco berperan sebagai Alam Merdeka, cowok yang menggambarkan karakter generasi millenial masa kini yang tidak bisa lepas dari gadget dan media sosial. Sedangkan Lala memerankan Mia, istri Alam yang bekerja di salah satu agensi. 'Kekuatan' media sosial mempertemukan Alam dengan Mia. Film ini akan menceritakan bagaimana pasangan muda ini berjibaku selama 24 jam demi bertemu dengan buah hatinya untuk pertama kali.


"Ini menceritakan soal suami-istri yang sedang menantikan kelahiran anak pertamanya. Di setiap bukaan, ada saja problem. Tiba-tiba keluarga dari istri datang ramai-ramai, terus keluarga suami dan istri tidak cocok, ada saja perbedaan prinsip. Jadi ini komedi dengan cara tutur yang berbeda, menertawakan keadaan yang dialami setiap karakter," ujar Chicco saat bertandang ke kantor CNNIndonesia.com.

Chicco mengaku mengalami banyak hal berkesan selama proses syuting film ini. Ia menuturkan, Bukaan 8 adalah film komedi pertama baginya dan sang sutradara. Hal ini pun menjadi tantangan tersendiri untuk keduanya. Selain itu, ini adalah pertama kalinya dia dan Lala beradu akting dalam sebuah film.

"Adegan paling sulit adalah ketika Alam harus melihat kelahiran anak. Saya belum pernah mengalami bagaimana rasanya itu dan belum merasakan fase itu, sehingga saya cuma bisa menerka-nerka dari cerita teman-teman di lapangan dan hasil observasi," katanya.

"Kebetulan saya suka anak kecil, saya melihat bayi saja suka gemas. Ya sudah saya campurkan perasaan itu, bahagia dan terharu. Pokoknya perasaan yang berkecamuk dan campur aduk," imbuhnya.

Aktor kelahiran 1984 itu mengungkapkan, film ini merupakan hasil perbincangan ringan antara dirinya dengan Angga saat makan siang. Ia bercerita, Angga tiba-tiba mencetuskan ide untuk membuat film komedi yang mengisahkan tentang sepasang suami dan istri yang sedang menantikan kelahiran anak pertama.

"Kami ambil dari cerita Angga sendiri. Kebetulan kemarin pas istrinya mau melahirkan, dia ribet memikirkan produksi, karena kebetulan kami masih proses post-produksi film Surat Dari Praha. Dia memikirkan promosi film itu bagaimana, sedangkan istrinya mau melahirkan. Kami capture itu, lalu bertemu dengan Mas Salman dan akhirnya jadilah skripnya," katanya.

Sementara, Lala mengaku tertarik untuk bermain dalam film ini karena jalan cerita yang unik di mana ia harus menjadi seorang ibu yang hamil tua dan akan segera melahirkan, namun harus mengalami banyak rintangan bersama suaminya. Sebagai wanita yang belum menikah dan belum pernah melahirkan, ia merasa karakter itu sangat menantang.

"Saya harus riset dan observasi ke teman-teman saya sendiri yang sudah punya anak atau hamil besar. Saya mengikuti aktivitas mereka. Saya juga tanya ke sutradara tentang karakter dan latar belakang cerita Mia, lalu cari referensi dan tanya-tanya karakter-karakter nyata dan ada," ujarnya.

Lala berpandangan, adegan proses persalinan di rumah sakit adalah yang paling mendebarkan sekaligus berkesan baginya. Ia menyebut adegan itu sebagai bagian proses syuting yang paling emosional.
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK