Melansir Reuters, sebuah proyek dilaksanakan selama lima tahun ke depan untuk merekam dan mengubah berbagai mahakarya yang menghiasi Sistine Chapel menjadi bentuk digital.
Sistine Chapel adalah salah satu 'gudang' mahakarya seni dunia. Tercatat, ada 270 ribu karya Michaelangelo yang mewarnai dinding bagian kota suci Umat Katolik tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lukisan tersebut bergambar Tuhan dengan jenggot putih mengulurkan tangan sebagai bentuk pemberian kehidupan kepada Adam.
Sebelumnya, pada 1980 dan 1994, lukisan-lukisan warisan umat manusia itu sempat difoto sebagai bentuk restorasi dan perawatan berupa pembersihan untuk pertama kalinya setelah berabad-abad.
Edisi itu kemudian dicetak sebanyak 1999 kopi serta dijual ke berbagai perpustakaan dan kolektor seni.
Satu edisi yang akan dijual seharga US$12,7 ribu atau Rp169juta itu adalah proyek gabungan antara Museum Vatikan dan penerbit ternama Italia, Scripta Maneant.
Sistine Chapel adalah salah satu 'gudang' mahakarya seni dunia. Tercatat, ada 270 ribu karya Michaelangelo yang mewarnai dinding bagian kota suci Umat Katolik tersebut. (AFP PHOTO / YURI CORTEZ) |
Proyek ini hanya diketahui oleh sedikit orang hingga pihak kapel mengumumkan beberapa waktu lalu.
Menurut penuturan pengelola, seluruh karya seni di sudut kapel sudah diabadikan termasuk lantai mosaik dan lukisan karya seorang seniman dari abad ke-15.
Proyek itu juga nantinya akan memuat 220 halaman berisi karya seni dengan proyeksi 1:1. Beberapa karya seni yang akan dibuat dengan ukuran ini adalah the Creation of Adam dan wajah Yesus dalam Last Judgement.
"Kami menggunakan perangkat pasca produksi khusus untuk mendapatkan kedalaman, intensitas, kehangatan, dan nuansa warna hingga akurasi 99,99 persen," kata Giorgio Armaroli, kepala Scripta Maneant.
"Restorasi masa depan akan menggunakan hal ini sebagai acuan mereka," katanya.
(end)
Sistine Chapel adalah salah satu 'gudang' mahakarya seni dunia. Tercatat, ada 270 ribu karya Michaelangelo yang mewarnai dinding bagian kota suci Umat Katolik tersebut. (AFP PHOTO / YURI CORTEZ)