Buku Karya Jarvis Cocker 'Pulp' Dihargai US$124 Ribu

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Jumat, 17/03/2017 15:20 WIB
Mantan pentolan band Pulp, Jarvis Cocker, menyepakati tawaran penerbit Jonathan Cape untuk mempublikasikan tulisannya, The Book is A Song. Jarvis Cooker dapat proyek menulis buku. (AFP PHOTO / FRED TANNEAU)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan pentolan band Pulp, Jarvis Cocker, dilaporkan telah menandatangani kesepakatan senilai lebih dari US$124 ribu (Rp 1,6 miliar) untuk menulis sebuah buku tentang kreativitas.

Menurut laporan Xpose, musisi berusia 53 tahun itu telah menulis enam halaman proposal untuk sebuah buku yang diberi judul The Book is A Song. Buku itu berupa gabungan biografi lengkap, esai, ilustrasi, dan foto-foto.

Berdasarkan keterangan editor di situs The Bookseller Inggris, kesepakatan antara penerbit Jonathan Cape dengan agen Cocker, Monica Carmona, telah berlangsung pada Rabu (15/3) lalu.



Pada hari itu ada delapan rumah penerbitan yang turut memberikan tawaran padanya di acara London Book Fair. Namun, direktur penerbitan Jonathan Cape berhasil memenangkan 'pertempuran' untuk mempublikasikan tulisan-tulisan Cocker.

Usai kemenangan itu, staf Jonathan Cape langsung mengungkapkan kegembiraan mereka dalam menyambut kerjasama itu dan mengunggah kabar itu dalam akun Twitter mereka.

"Kami sangat bersemangat untuk berbagi berita ini," katanya sembari menyertakan artikel dalam The Booksellers.


Salah satu penerbit yang gagal mendapatkan kesepakatan dengan Cocker berbagi pandangan melalui The Guardian. Dia bercerita, sebelumnya Cocker juga pernah menawarkan hak cipta untuk buku Common People. Namun, kala itu dia merasa khawatir akan ketidakutuhan buku tersebut sebagai sebuah memoar.

Diketahui, Cocker bukanlah satu-satunya legenda Britpop yang menandatangani kesepakatan besar untuk sebuah buku. Pekan lalu, mantan pentolan band Suede, Brett Anderson, pun menjual hak penerbitan memoarnya Coal Black Mornings untuk rumah penerbit Little, Brown.

Buku karya Anderson telah dijadwalkan rilis pada musim semi tahun depan, sementara Cocker belum memutuskan tanggal rilis.
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK