Merayakan Kemenangan Kebaikan saat Galungan

ANTARA FOTO, AFP, CNN Indonesia | Rabu, 05/04/2017 16:51 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Perayaan Hari Suci Galungan (5/4) di Bali berjalan khidmat namun semarak. Pada hari ini, Umat Hindu mengingat bahwa kebaikan akan menang melawan kejahatan.

Sejumlah wanita Hindu menyiapkan sesajen saat persembahyangan Hari Raya Galungan di Pura Dalem Kengetan, Ubud, Bali, Rabu (5/4). Umat Hindu di Bali memaknai Hari Raya Galungan sebagai hari kemenangan kebaikan (Dharma) atas kejahatan (Adharma) yang dirayakan dengan persembahyangan di tiap Pura. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/Spt/17)
Para wanita dengan mengenakan busana adat Bali menjunjung sajen didampingi suami atau anak mereka menuju pura untuk melakukan persembahyangan. Suasana Denpasar dan daerah lain di Bali cukup semarak dengan penjor sebagai lambang kemakmuran. (AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKA)
Jalan raya dilaporkan lengang karena seluruh instansi pemerintah dan swasta di Bali menjalani hari libur lokal selama tiga hari untuk memberikan kesempatan masyarakat beribadat dengan khusyuk. (AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKA_
Bukan cuma warga lokal, namun wisatawan mancanegara juga ikut mengenakan pakaian adat ketika melihat perayaan Hari Raya Galungan di Pura Dalem Peliatan, Ubud, Bali, Rabu (5/4). Hari Raya Galungan akan disusul dengan Hari Raya Kuningan sepuluh hari kemudian, atau jatuh pada 15 April. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/Spt/17).
Gubernur Bali, Made Mangku Pastika mengajak umat Hindu di Bali untuk lebih memaknai esensi rangkaian Hari Suci Galungan dan Kuningan sebagai perang antara kebaikan (dharma) melawan kejahatan (adharma) yang sesungguhnya ada di dalam tiap individu. (AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKA)
Direktur Program Pascasarjana Institut Hindhu Dharma Negeri Ketut Sumadi mengatakan Hari Suci Galungan dan Kuningan dirayakan umat Hindu secara turun temurun sejak abad ke-delapan Masehi. Konon, kala itu seorang raja dari Kerajaan Bedahulu, Gianyar, memerintah dengan penuh kezaliman. (AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKA)
Akibat diperintah raja zalim, rakyat menderita bahkan mereka tidak dapat melakukan persembahyangan. Puncaknya, terjadi panen gagal dan rakyat kelaparan. Rakyat lalu tidak puas terhadap raja dan melakukan pemberontakan. (AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKA)
Raja bernama Mayadenawa itu dapat dikalahkan oleh rakyat. Dan hari kemenangan rakyat itu dikenal dengan Hari Raya Galungan, yang bermakna kemenangan dharma melawan adharma. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/Spt/17).
Hari Raya Galungan juga jadi momentum umat Hindu untuk meningkatkan kualitas dan memotivasi diri untuk selalu hidup dalam ketekunan bekerja dengan tidak melupakan keselamatan diri dan lingkungan. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/Spt/17).
Umat Hindu juga diminta melakukan penyucian diri yang menyangkut semua aspek, kejiwaan seperti mental dan pikiran, hingga keragaan berupa sikap dan perilaku. Semua harus berjalan seimbang serta melaksanakan ajaran agama yang disebut Tri Kaya Parisuda. (AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKA)