Diberitakan Antara, gelang putih itu terbuat dari kaca dan ditemukan bersamaan dengan artefak prasejarah lainnya seperti gerabah, kapak batu, manik, dan sisa makanan berupa cangkang kerang.
"Hasil analisis artefaktual menunjukkan gelang ini berwarna putih dan berbahan kaca," kata Hari Suroto, peneliti Balai Arkeologi Papua, Sabtu (8/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Merayakan Kemenangan Kebaikan saat Galungan |
Rumah tersebut hanya dapat diakses oleh laki-laki.
"Apalagi situsnya terletak di pesisir pantai," lanjutnya.
Pantai Sarmi terletak di kota Sarmi, ibu kota Kabupaten Sarmi yang diresmikan pada 12 April 2003. Sarmi merupakan kota yang masih berkembang namun memiliki keindahan, salah satu sebabnya adalah karena kota ini langsung berbatasan dengan Samudera Pasifik.
Nama Sarmi sendiri berasal dari singkatan nama suku terbesar yang ada di daerha ini, yaitu Sobey, Armati, Rumbuai, Manirem, dan Isirawa. Tercatat, yang memberikan nama Sarmi adalah seorang antropolog Belanda, Van Kouhen Houven.