Kepada kantor berita Antara, Ardian menceritakan bahwa pemecatan datang melalui surat elektronik dari Marvel, Senin (10/4) pukul tiga dini hari. Heboh simbol yang terkait dengan aksi ekstremis di Indonesia itu sudah ramai pekan sebelumnya.
Marvel menghubungi Ardian dan melarang ia berkomentar. Komiknya pun ditarik. Komik-komik selanjutnya yang ada simbol itu pun ikut ditarik saat itu juga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di rumahnya, Desa Tenggur, Tulungagung Jawa Timur, Aan pun melanjutkan menggambar ilustrasi grafis komik dan memasukkan simbol ‘QS 5:51’ serta ‘212’ ke karyanya.
Komik pun terbit, Rabu (12/4) lalu. Marvel mengaku puas, bahkan memberi selamat.
Tapi Sabtu (8/4) saat membuka surel, Ardian kaget. Ia mendapati adanya surat terbuka, disertai gambar komiknya lengkap dengan ‘QS 5:51’ dan ‘212.’
Kontroversi kemudian bergulir. Karyanya diramaikan di Reddit, Facebook, Twitter, dan platform online lainnya. Ardian tak menyangka bakal seramai itu. Barulah itu sadar, keisengannya bakal berakibat fatal. Ia banjir kritik, bahkan dipecat.
“Sejak saat itu saya sadar karier saya bakal segera berakhir,” tuturnya.
Tapi pembenci di dunia maya tetap berdatangan. Marvel pun telah bertindak tegas.
“Jika saya tahu begini saya tentu tidak akan memasang seperti ini,” sesal Ardian.