Kedua lembaga itu dibentuk pada 1965 melalui sebuah legislasi yang ditandatangani Presiden Lyndon B. Johnson. Menurutnya, masyarakat maju harus menghargai nilai-nilai seni, kemanusiaan dan aktivitas budaya. Trump, presiden AS pertama yang berniat memangkasnya.
Per tahun, mengutip New York Times, kedua lembaga itu menghabiskan US$300 juta untuk belanja seni. Angka itu tak seberapa dibanding yang dianggarkan, yakni US$1,1 triliun. Namun itu sudah sangat membantu pekerja seni, musisi, penulis, museum, organisasi budaya lainnya, sampai pelajar yang berniat berkecimpung memajukan seni Amerika usai lulus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
California merupakan area kunci untuk seni jika dibanding daerah lain, menurut catatan Arts and Cultural Production Satellite Account (ACPSA). Ia mempekerjakan 674.865 orang di bidang seni, termasuk desain grafis, arsitektur, penbuat film, sampai pentas pertunjukan.
“Sekarang dengan data yang ada, pemimpin punya alat yang kuat untuk menilai persoalan seni dan budaya untuk memberi menfaat bagi seluruh masyarakat,” ujarnya melanjutkan.
Laporan ACPSA juga menunjukkan bahwa seni adalah area yang penting dalam surplus perdagangan ekonomi AS pada 2014 di tingkat federal. Capaiannya sampai US$24,1 miliar. Dari angka itu, film dan pertunjukan televisi saja sudah menyumbang US$16,4 miliar.
Belum lagi dari seni yang berkaitan dengan permainan video, berkontribusi US$9,1 miliar. Pembuatan perhiasan dan periklanan kreatif menyumbang secara kasar US$8 miliar masing-masing. Sementara bidang arsitektur terhitung menyumbang sampai US$2,6 miliar.
Lihat juga:John Grisham 'Turun Gunung' setelah 25 Tahun |