Pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) tengah gencar mempromosikan daerah-daerah di Indonesia ke mata internasional untuk mendulang wisatawan. Salah satu jalur promosi yang dianggap efektif adalah melalui film. Itu sudah terbukti di kawasan Asia.
Angkor Wat di Siem Reap, Kamboja misalnya, langsung banyak dikunjungi wisatawan setelah Angelina Jolie syuting Tomb Raider di sana. Pulau-pulau di Thailand seperti Phuket, Phiphi, Koh Pangan, dan Koh Samui terkenal setelah dipakai syuting The Beach dan Hangover.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama ingin dilakukan pada Banyuwangi. Apalagi sekarang Daftar Negatif Investasi (DNI) sudah dihapuskan. Rumah produksi luar boleh bekerja sama dengan lokal membuat film Indonesia. Syuting di Indonesia juga perizinannya dipermudah, demi mendulang wisatawan.
“Surat dari Bekraf sudah saya terima. Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Bekraf yang sangat luar biasa dalam mendukung kreativitas di daerah,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com.
Lihat juga:'Rumah' Hollywood Mulai Bergeser ke Budapest |
Anas menilai promosi Banyuwangi di Cannes merupakan peluang menjanjikan.
Namun, Banyuwangi sendiri harus bersiap diri. Bukan hanya dari infrastruktur, mereka juga harus menginformasikan sejelas-jelasnya soal potensi daerahnya. “Termasuk proses perizinan di lokasi syuting,” kata Pelaksana Tugas Dinas Pariwisata Banyuwangi MY. Bramuda.
Namun, belum jelas bagaimana bentuk promosi Bekraf untuk Banyuwangi di Cannes nanti.