Bartje van Houten Tiada, D'Lloyd Tak Bersisa

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Jumat, 05/05/2017 15:56 WIB
Bartje van Houten Tiada, D'Lloyd Tak Bersisa Bartje van Houten, pentolan sekaligus gitaris D'Lloyd meninggal dunia, Jumat (5/5). (Ilustrasi/morgueFile/priyanphoenix)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bartje van Houten meninggal dunia pada Jumat (5/5) pukul 13.30 WIB. Kabar duka tersebut disampaikan oleh musisi senior Kadri Mohamad Sutan Badaro melalui akun Facebook-nya.

"Berita duka: telah meninggal dunia Bartje Van Houten Jumat, 5 Mei 2017 jam 13.30," ia menulis. Berdasarkan informasi, Bartje meninggal di rumahnya di Sentul, Bogor.




Bartje Van Houten merupakan gitaris sekaligus pentolan grup musik legendaris D'Lloyd yang eksis sejak 1970-an. Bartje mengajak Syamsuar Hasyim alias Sam sebagai vokalis sejak awal membentuknya pada 1969. Personel lalu berkembang dengan adanya Chaerul Daud (drum), Budiman Pulungan (kibor), Andre Gultom (saksofon dan flute), Sangkan Panggabean (bass).

Satu per satu, personel grup itu mengembuskan napas terakhir.
Pertama adalah Andre Gultom, yang pada 1976 meninggal karena kanker hati. Ia disusul Sangkan Panggabean yang meninggal pada 1993. Kepergian Sangkan membuat Bartje sempat merekrut Reshamal Denkel, yang tak lama setelah bergabung meninggal dunia pada 2003.

Kepergiannya disusul Budiman Pulungan (wafat 30 November 2008) dan Sam pada 9 Juni 2012.

Sam meninggal di rumah sakit selama berhari-hari sebelum meninggal, akibat kanker paru-paru, yang bukan hanya menggerogoti tubuhnya tetapi juga mengganggu penampilan band-nya. D’Lloyd harus membatalkan empat konser saat itu, salah satunya di Negeri Jiran Malaysia.

Saat menjenguk Sam dahulu, Bartje sudah sangat sedih. Apalagi ketika Chaerul meninggal. Isak tangisnya mengiringi kepergian sang sahabat. Sejak itu, ia menjadi satu-satunya personel D’Lloyd yang masih hidup. Namun kini, D’Lloyd benar-benar sudah tak tersisa.
Seiring terembusnya napas terakhir Bartje, saat itu pula nyawa D’Lloyd tiada. Dahulu, band itu termasuk yang dikenal di Indonesia. Bartje bisa disebut ’jiwanya.’ Sang gitaris lah yang paling banyak menciptakan lagu populernya. Sam saat itu menjadi vokalisnya.

Tembang D’Lloyd termasuk Cinta Hampa, Keagungan Tuhan, Tak Mungkin, Oh Di Mana, Karena Nenek, Semalam Di Malaya (Malaysia) dan Mengapa Harus Berjumpa. Dahulu, kelompok itu cukup diminati pencinta musik di Indonesia, bahkan ketenarannya sampai ke Negeri Jiran.

Hingga usianya tak muda lagi, Bartje bersama D’Lloyd masih aktif manggung di sana-sini. Lagu-lagu yang diciptakan Bartje juga masih dinyanyikan musisi muda dan banyak diputar.

Namun kini, seperti judul lagunya, D’Lloyd bagaikana lantunan Cinta Hampa.