Menurut situs resmi Ariana, ia hanya akan menyambangi tiga kota di Inggris dalam rangka mempromosikan album Dangerous Woman yang dirilisnya pada 2016. Setelah penampilan perdana di Manchester Arena, ia akan ke O2 Arena dan The O2 di London, 25-26 Mei mendatang.
Ia kemudian melanjutkan perjalanan ke Belgia di mana ia akan tampil di Sportpalais pada 28 Mei. Polandia kebagian dua kali penampilan, keduanya di tempat yang sama, 31 Mei sampai 1 Juni. Selanjutnya, ia ke Jerman, Swiss, Perancis, Portugal, Spanyol, dan Italia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 12-13 Agustus ia tampil di Makuhari Messe, Tokyo, Jepang. Ariana melanjutkan perjalanannya ke Bangkok, Thailand di mana ia tampil di Impact Arena pada 17 Agustus dan Mall of Asia Arena Manila, Filipina, hanya berselang empat hari kemudian.
Ariana kali ini tidak mengunjungi Indonesia, yang sudah pernah ia hibur dua tahun lalu dalam 'The Honeymoon Tour.' Sementara Amerika, sudah lebih dahulu ia 'kuasai' dengan Dangerous Woman pada Februari hingga April lalu.
Hingga saat ini belum ada suara dari Ariana terkait ledakan di konsernya yang menewaskan setidaknya 19 orang dan menyisakan puluhan lainnya luka. Mengutip Reuters, perwakilan sang artis hanya mengatakan bahwa ia baik-baik saja, namun tidak menyebutkan di mana lokasinya.
Belum diketahui pula bagaimana ledakan—yang membuat pengunjung konsernya lari tunggang-langgang dan berteriak serta menangis histeris—itu memengaruhi konser sang musisi. Ledakan itu disebutkan terjadi setelah Ariana menuntaskan lagu terakhir dan lampu dimatikan.
Polisi menyebut ledakan itu merupakan tindakan terorisme dan dan diduga merupakan bom bunuh diri.