Bali, memang disebut Balawan sebagai penghasil musisi kreatif dan berbakat. Sejak 1970-an, ujar Balawan, Bali sudah jadi ‘kandang’ musik. Itu berkat banyaknya pub dan kelab malam di daerah yang identik dengan destinasi wisata itu. Dari sanalah para musisi bertumbuh.
Tapi meski banyak wisatawan asing yang jadi pengaruh, musik tradisional Bali tak goyah. Musik tradisional adalah bagian dari napas masyarakat Bali sehari-hari. Kalau ada musisi Bali yang diminta memainkannya, menerima dengan senang hati. Termasuk Balawan sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Main musik di Bali, ungkap pemilik nama asli I Wayan Balawan itu, membuatnya nyaris tak pernah bersedih. “Happy terus, karena turis banyak banget dan mereka tidak tergantung pada label rekaman yang kalau hit, hits banget, kalau enggak, enggak dapet job sama sekali.”
Meski Java Jazz Festival juga acara besar, Balawan merasa peluang untuk mendunia dari Bali lebih besar. Itu karena penontonnya didominasi wisatawan mancanegara.
"Kalau saya pribadi, rata-rata saat tampil, 90 persen untuk orang asing. Bali diakses untuk go international lebih mudah ketimbang Jakarta,” tutur musisi berusia 43 tahun itu.
Namun Balawan bicara soal era ’90-an hingga 2000-an. “Sekarang dengan adanya YouTube, kayaknya rata untuk akses ke sana. Kalau beruntung," ujar penyanyi yang telah membentuk band sejak usia 12 tahun itu melanjutkan. Lokasi bukan lagi pengaruh untuk dikenal.
Lihat juga:Membuat Rebana, 'Senjata' Musik Dakwah |
“Saya tidak mau kalau orang kenal saya, lalu saat saya tiada, [mereka bilang] ’Terus habis Balawan siapa?' Saya tidak mau," katanya menegaskan. Musiknya harus punya penerus.
“Bukan hanya pengiring orang makan, di lobi hotel, melainkan yang dikemas secara eksklusif sehingga ada rohnya. Jiwa tradisinya bisa dikenal," tutur Balawan lebih lanjut.
Demi regenerasi, saat ini ia membentuk yayasan musik bernama Balawan Music Training Centre di Denpasar. Di sana, ia dan timnya melatih musik modern dan tradisional. Di samping itu, ia masih dengan kesibukannya tampil di Los Angeles, Belanda, Austria, hingga Perancis.