Diberitakan Antara, instrumen musik itu memang biasa mengiringi rangkaian upacara Ngaben.
“Biasanya sehari sebelum prosesi Ngaben, dilakukan prosesi pemanggilan arwah [prosesi Ngentenin], tepat tengah malam, menggunakan Bumbung Gebyog ini," kata Dewa Nyoman Candra, Koordinator Sanggar Seni Asta Musti di sela pementasan di Taman Budaya Denpasar, Bali.
Lihat juga:FOTO: 'Bencana' di Balik 'Bunga' Penuh Warna |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kayu yang digunakan itu kayu khusus, yakni dari kayu bunut. Kayu ini termasuk jenis prabu kayu dalam sastra yang menjadi acuan kami,” tutur Dewa Candra menambahkan.
Lihat juga:FOTO: Mendirikan Kembali Tembok Besar China |
Butuh waktu sekitar empat bulan sebagai persiapan. Selama proses itu, bukan hanya latihan yang diperlukan, melainkan juga proses penebangan kayu dan membuat alat musik itu sendiri. Membuatnya pun butuh waktu untuk menentukan hari baik, tidak bisa dibuat sembarangan.