Zayn pernah diperiksa sampai tiga jam di bandara saat pertama kali menginjakkan kaki di Amerika Serikat. Padahal saat itu ia bersama rekan-rekannya di One Direction.
Pengalaman itu diungkap Zayn baru-baru ini kepada Evening Standard, dan dikutip Ace Showbiz.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nama asli Zayn adalah Zain Javvad Malik.
Zayn Malik dan kekasihnya, Gigi Hadid sama-sama dibesarkan dengan agama Islam. (Dimitrios Kambouris/Getty Images/AFP) |
Sampai kelamaan, Zayn pun mengerti mengapa hal itu terjadi padanya. Ia mencoba berpikir positif bahwa itu hanya tindakan kewaspadaan dari pihak bandara belaka. Ia juga menilai tidak ada gunanya marah karena ditahan dan diperiksa lebih ketat dibanding yang lain.
Zayn lantas menghela napas saat ditanya pendapatnya soal radikalisme agama Islam di kalangan pemuda. Seperti diketahui, di beberapa kasus terorisme yang belakangan terjadi terutama di Eropa, pelakunya justru kebanyakan pemuda berusia 20-an seperti Zayn.
“Saya tidak tahu bagaimana cara mengetahui psikologi mengapa orang melakukannya [gerakan radikal]. Dan saya tidak tahu bagaimana mengatasi itu. Saya hanya berharap orang memiliki banyak cinta, perhatian dan kasih sayang untuk manusia lain,” tuturnya melanjutkan.
[Gambas:Youtube]
Zayn tidak memungkiri bahwa dirinya memang dibesarkan dengan keyakinan agama Islam. Kendati demikian, dia ingin tetap dipandang sebagai dirinya sendiri, seorang manusia.
"Jadi itu [agama Islam] akan selalu bersama saya, dan saya sangat mengenal budaya ini. Tapi saya tetaplah saya. Saya tidak ingin didefinisikan karena agama atau budaya yang melatari diri saya," katanya.
Zayn Malik dan kekasihnya, Gigi Hadid sama-sama dibesarkan dengan agama Islam. (Dimitrios Kambouris/Getty Images/AFP)