'Kembaran' Hollywood di Indonesia dan Negara-negara Lainnya

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Kamis, 22/06/2017 08:59 WIB
'Kembaran' Hollywood di Indonesia dan Negara-negara Lainnya Selain Hollywood di Amerika, pusat perfilman di negara-negara lain di dunia juga menggunakan nama 'wood.' (Ilustrasi/REUTERS/Carlo Allegri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Konon, jauh sebelum Hollywood menjadi nama kawasan yang identik dengan industri film, area seluas lebih dari 200 hektar di California itu adalah ladang Toyon, atau California Holly.

Pebisnis kaya raya, Harvey Henderson Wilxoc membelinya. Nama Hollywood lantas diabadikan saat Harvey membuat peta wilayahnya untuk Los Angeles County, pada 1 Februari 1887.

Nama Hollywood sendiri didapat dari istrinya, yang secara tak sengaja bertemu seseorang yang punya properti bernama sama di Illinois, di kereta dalam perjalanan kembali ke Ohio.
Perbukitan di California yang sekarang jadi Hollywood dahulu merupakan tanah yang dipenuhi Toyon.Perbukitan di California yang sekarang jadi Hollywood dahulu merupakan tanah yang dipenuhi Toyon. (Ilustrasi/Thinkstock/trekandshoot)
Sejak itu area Hollywood berganti-ganti kepemilikan dan fungsi. Sampai akhirnya, dibangun studio-studio besar di sana, tempat rumah-rumah produksi mengambil gambar untuk filmnya.


Belakangan, setiap daerah yang menjadi pusat industri film dinamai mirip Hollywood. Setidaknya daerah yang tersebar di beberapa negara itu menggunakan ‘wood’ di akhir frase.

Di Indonesia misalnya, ada Tangkiwood, yang mulanya merupakan kawasan yang menjadi tempat tinggal serta berkumpulnya para artis di era 1950-an. Latar kondisi yang dinilai mirip, membuat lokasi yang awalnya bernama Jalan Tangki itu kemudian ditambahi kata 'wood.’
Bukan hanya di Amerika dan Indonesia, berikut ‘wood’ lain di dunia selain Hollywood.

Nollywood

Mengusung konsep yang sama, Nollywood merujuk dengan industri film Nigeria.
Nigeria punya pusat industri perfilman bernama Nollywood.Nigeria punya pusat industri perfilman bernama Nollywood. (REUTERS/Akintunde Akinleye)
Asal mula istilah yang muncul pada awal 2000-an ini belum jelas. Namun, Jonathan Haynes yang melacak penggunaan kata ini menemukan bahwa kata ini pertama kali digunakan Matt Steinglass untuk artikelnya yang dipublikasikan di New York Times pada 2002.

Dalam artikelnya, Steinglass menggunakan Nollywood untuk menggambarkan bioskop Nigeria. Penggunaan ini pun terus berlanjut dan mengacu pada industri film Nigeria. Seperti bisa diduga, Nollywood berasal dari kata Nigeria dan Hollywood, pusat film utama Amerika.
Wellywood

Wellywood merupakan nama informal untuk kota Wellington, Selandia Baru yang juga gabungan dari Wellington dan Hollywood. Kata tersebut diketahui menjadi referensi untuk bisnis produksi film yang didirikan oleh sutradara The Lord of the Rings, Sir Peter Jackson. Ia bekerja sama pula dengan perusahaan efek khusus Weta Workshop serta Weta Digital.

Bisnis tersebut mengoperasikan sejumlah fasilitas terkait film di pinggiran kota Wellington, Miramar. Sejak 2010, ada rencana pemasangan papan nama Wellywood di sisi bukit di dekat Miramar. Namun rencana tersebut sampai saat ini masih mencari alternatifnya.
Suasana syuting di Wellywood.Suasana syuting di Wellywood. (Kristina D.C. Hoeppner via Wikimedia Commons (CC-BY-SA-2.0))
Kumawood

Di Ghana, umumnya produksi film berpusat di kota Kumasi. Hingga pada akhirnya, baru-baru ini kota tersebut dijuluki dengan nama Kumawood. Tapi jantung budaya Ghana, dilaporkan AFP berjarak sekitar lima jam perjalanan dari ibu kota pesisir yang lebih kosmopolitan, Accra.

Ada persaingan memainkan peran kunci mengembangkan industri film, antara Kumasi dan Accra. Hampir satu dekade lalu, Kumasi menantang dirinya setelah diejek oleh rekan-rekan yang berbasis di Accra karena tidak menjadi pembuat film sejati, kata produser James Aboagye.
Industri perfilman di Ghana menggeliat di Kumawood.Industri perfilman di Ghana menggeliat di Kumawood. (AFP PHOTO / CRISTINA ALDEHUELA)
"Saat itu, satu-satunya produsen di Kumasi mengatakan bahwa jika ini adalah cara mereka memperlakukan kita, maka kita akan tinggal di Kumasi dan menciptakan Kumawood," katanya.

Cara tersebut ternyata berhasil. Kumawood dikenal menghasilkan sejumlah film sukses.
Tangkiwood

Sejak 1950-an, sebuah kawasan di Jakarta Barat dikenal sebagai tempat tinggal dan berkumpul para artis. Itu juga sering menjadi kawasan lokasi syuting film-film Indonesia tempo dulu. Karena berkembang sebagai kawasan industri film, lokasi ini turut mengadaptasi nama Hollywood untuk disandingkan dengan nama aslinya, Jalan Tangki Jakarta Barat.
Tangkiwood di Jakarta kini sudah tidak diramaikan artis lagi.Tangkiwood di Jakarta kini sudah tidak diramaikan artis lagi. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Bollywood

Sama seperti yang lainnya, Bollywood mengadaptasi nama Hollywood untuk industri perfilman, kali ini di India. Basisnya di kota Mumbai. Kata Bollywood sendiri perpaduan kata Hollywood dengan kata 'India' dalam bahasa hindi.
Bollywood sejatinya adalah sebutan untuk semua film yang diproduksi di India dan berbahasa India.Bollywood sejatinya adalah sebutan untuk semua film yang diproduksi di India dan berbahasa India. (REUTERS/Desmond Boylan)
Istilah Bollywood sering digunakan oleh orang-orang non-India untuk merujuk pada keseluruhan bioskop India. Namun, Bollywood sebenarnya hanyalah bagian dari industri film India yang lebih besar, mencakup pusat produksi dari film-film berbahasa India.