Iklan Es Krim Kolosal Disebut 'Ndeso', Dimas Djay Santai

Filani Olyvia , CNN Indonesia | Minggu, 09/07/2017 08:55 WIB
Iklan Es Krim Kolosal Disebut 'Ndeso', Dimas Djay Santai Netizen pro-kontra atas iklan es krim yang dibungkus dalam gaya sinetron kolosal yang tengah viral di dunia maya. (Screenshoot via Youtube/Indoeskrim Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah video iklan produk es krim lokal dengan latar sinetron drama kolosal mendadak viral di dunia maya. Lucunya, di balik tampilan pelaku utama yang berdandan mengenakan busana khas sinetron kolosal itu, disuntikkan sentuhan gaya hidup masyarakat modern dalam sejumlah adegan.

Mulai dari penggunaan telepon pintar yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan aplikasi navigasi, hingga peralatan elektronik lainnya, seperti lemari es, yang berbalut ‘bungkus’ a la nusantara.

Beragam komentar pun muncul, menyusul mejengnya potongan video iklan tersebut di akun instagram situs komedi online @9GAG yang saat ini diikuti oleh setidaknya 40,9 juta orang dari seluruh dunia.

"Entah kenapa saya ikut bangga menjadi warga negara Indonesia karena video ini masuk 9GAG," kata pemilik akun dimassetyoadi99.

"My pride is just soaring rn [right now] wow," ujar tsitii.


Namun demikian, tidak sedikit pengikut akun @9GAG asal Indonesia yang mengaku malu dengan viralnya potongan video iklan ini. Bahkan menghujat ide cerita, teknis maupun hasil editan video tersebut.

"Memalukan editannya," ujar pemilik akun indahthn.

"Film teraneh di dunia," timpal giselleivory14.

Video iklan es krim besutan Dimas Djayadiningrat viral di media maya karena menggunakan efek sinetron kolosal.Video iklan es krim besutan Dimas Djayadiningrat viral di media maya karena menggunakan efek sinetron kolosal. (Foto: Screenshoot via Youtube/Indoeskrim Indonesia)
Dimas Djayadinigrat, sutradara iklan unik tersebut, menanggapi pro-kontra netizen dengan santai.

"Sejauh ini, kalau [komentar] di akun instagram saya pribadi sih pada seru-seru saja. [Yang meledek] itu pasti orang-orang yang kurang piknik, tuh. Bikin video komedi, meledek diri sendiri justru paling benar," kata Dimas, kepada CNNIndonesia.com, melalui sambungan telepon, Sabtu (8/7).

Sinetron drama kolosal ini, kata Dimas, sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Meski ada yang menilai sinetron drama kolosal dengan spesial efek seadanya ini sesuatu yang 'ndeso', tapi pasti ada yang suka.


"Saya yakin, enggak ada yang benar-benar benci dengan format sinetron seperti ini. Karena somehow, suatu kekurangan akhirnya bakal dimaklumi," ujar pria yang sejak dulu identik dengan rambut panjangnya itu.

Hal itulah, kata Dimas, yang coba ia munculkan lewat serangkaian kisah dalam iklan es krim berjudul "Kisah Legenda Nusantara" tersebut.

"Kita tahu bahwa kita punya budaya seperti ini, budaya ngaco sebenarnya. Tapi saat dicampuradukkan sedikit, dengan kehidupan sehari-hari yang dilakukan masyarakat saat ini, lengkap dengan, kostum, editing dan sebagainya, ternyata fun, kan?" kata dia.

Menghujat kekurangan diri sendiri untuk menciptakan sebuah konten komedi seperti ini pun, ujar Dimas, sudah sejak dulu dilakukan oleh negara-negara tetangga seperti Thailand.

"Mereka justru menjual kelemahan mereka buat jadi black comedy. Sekarang, mereka mulai menemukan identitas mereka dan tempat di mata dunia. Karena mereka sudah make sound of themshelves. Harusnya kita bisa contoh juga," pungkas Dimas.



ARTIKEL TERKAIT