Ladislav Vlna, Sang Pelukis Api dari Ceko

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Rabu, 02/08/2017 06:51 WIB
Alih-alih menggunakan kanvas, Vlna melukis diatas papan baja yang yang tahan api menggunakan api dari obor oxyacetylene untuk menimbulkan tinta beragam warna. Alih-alih menggunakan kanvas, Vlna melukis diatas papan baja yang yang tahan api menggunakan api dari obor oxyacetylene untuk menimbulkan tinta beragam warna. (Foto: REUTERS/David W Cerny)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bermain-main dengan api kerap jadi larangan karena berbahaya. Namun, di tangan seniman asal Republik Ceko Ladislav Vlna, api dapat berubah menjadi goresan tinta dan warna yang membentuk lukisan indah dan dapat berubah sesuai pencahayaan.

Vlna menghabiskan waktu 15 tahun untuk menyempurnakan keahlian teknik melukis dengan api dari beragam percobaan.

Diberitakan Reuters, alih-alih menggunakan kanvas, Vlna melukis diatas papan baja yang yang tahan api. Seniman berusia 40 tahun itu lalu menggunakan api yang berasal dari obor oxyacetylene untuk menimbulkan tinta beragam warna.



Vlna memulai membuat lukisannya dengan menyiapkan sebuah rancangan di atas permukaan baja. Rancangan itu kemudian diukir dan dipoles agar gambar semakin tajam. Setelah itu, api dinyalakan dengan suhu yang beragam.

Suhu inilah yang bakal menentukan warna dari gambar tersebut.  "Saya melukis dengan api bukan kuas, saya mengeluarkan dari dalam baja dengan api dan panas," kata Vlna.

Ladislav Vlna, 'Sang Pelukis' Api dari Ceko Foto: REUTERS/David W Cerny

Selain api, lukisan Vlna juga dipengaruhi oleh cayaha yang dipantulkan ke permukaan logam baja. Dengan menciptakan bentuk di dalam logam, Vlna memanipulasi cahaya agar goresan kuas yang telah dicetaknya terlihat jelas. Oleh karena itu, lukisan tersebut akan berubah bentuk sesuai dengan cahaya. Umumnya, lukisan Vlna berupa potret wajah orang.


"Gambar yang diletakkan di tempat yang sama akan terlihat berbeda di pagi hari dan di malam hari tergantung pada perubahan cahaya," tutur Vlna.

Untuk menyelesaikan satu lukisan dari api ini, Vlna membutuhkan beberapa pekan. Lukisan itu pernah terjual seharga 8.000 euro atau sekitar Rp126 juta.

Selain dengan api, Vlna juga melukis dengan cat air, menggambar buku anak-anak, dan membuat patung.