Music at Newsroom

Gebrakan Produktif Deadsquad di Tengah Krisis Personel

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Selasa, 22/08/2017 18:34 WIB
Gebrakan Produktif Deadsquad di Tengah Krisis Personel Deadsquad tetap produktif membuat album meski personelnya berganti-ganti. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Formasi Deadsquad bergonta-ganti bahkan sebelum mereka merilis album pertama yang menandai debutnya pada 2009, berjudul Horror Vision. Deadsquad sendiri terbentuk tiga tahun sebelumnya, pada 2006.

Adalah Stevie Item dan Ricky Siahaan yang membentuknya. Metal, yang kemudian setia menjadi genre Deadsquad, memang jiwa mereka. Stevie dan Ricky kemudian mengajak Bons dan Andyan untuk melengkapi formasi yang kosong saat itu.

Namun formasi itu tak bertahan sampai setahun. Sang pendiri, Ricky justru hengkang meninggalkan rekan-rekannya kala itu. Posisinya sebagai gitaris pun digantikan Prisa, mantan anggota band Zala.
Tepat pada 29 Agustus 2006, band tersebut memiliki personel lengkap dengan formasi Stevie (gitaris), Bons (basis), Andyan (drummer), Prisa (gitaris), dan Babal (vokalis).


Tapi berjalan dua tahun, lagi-lagi band itu ditinggalkan oleh personelnya. Kali ini giliran Prisa dan Babal yang hengkang. Beruntung pengganti kekosongan tersebut cepat datang, yakni Coki dan Daniel.

Dengan formasi baru itulah mereka merilis Horror Vision.

Album yang bekerja sama dengan Rottrevore Records itu berisi delapan lagu, seperti Pasukan Mati, Arise, Dominasi Belati, dan Dimensi Keterasingan.
Tak disangka, meski genrenya hanya dimengerti kalangan tertentu, Horror Vision mendapat respons baik dari masyarakat. Karena kesuksesannya, Deadsquad langsung menggelar rangkaian tur dan menyiapkan materi baru untuk albumnya berikutnya.

Empat tahun kemudian band tersebut mengeluarkan album ke-dua, tepatnya pada 30 November 2013. Album yang berjudul Profanatik itu terdiri dari sembilan lagu, seperti Ode Kekekalan Pusara, Anatomi Dosa, dan Merakit Sakit.

Sayang, setahun setelah mengeluarkan album keduanya, lagi-lagi Deadsquad ditinggalkan oleh personelnya, yaitu Bons. Posisi tersebut akhirnya digantikan oleh Alan. Coki menyusul meninggalkan Deadsquad pada Maret 2016.

Meski tanpa Coki, sembilan bulan kemudian Deadsquad mengeluarkan album ke-tiga yang berjudul Tyranation. Album tersebut terdiri atas 10 lagu, di antara Lahir Mati Satir, Tyranation dan Labirin Epidemi.
Produktif mengeluarkan album tidak membuat personel Deadsquad bertahan. Setelah album Tyranation mereka kembali ditinggalkan dua personelnya yaitu, Andyan Gorust dan Alan Musyfia.

Ditinggal oleh dua personel dalam waktu berdekatan, Deadsquad pun sibuk mencari pengganti. Audisi pencarian personil baru sudah dilakukan sejak Januari, namun belum dapat yang cocok.

“Lagi masih milih-milih. Soalnya kalau kitanya cocok kita juga perlu nunggu, merekanya cocok apa enggak, gitu,” ujar Stevie saat diwawancara CNNIndonesia.com.

Sekali lagi, Deadsquad tetap membuktikan bisa produktif meski kurang personel. Kini, band tersebut juga sedang menyiapkan materi untuk lagu terbarunya.
“Ada sih, cuma belum kita publish, karena kita mau rekam dulu. Rencananya sih mudah-mudahan tahun ini atau tahun depan sudah bisa kita rilis. Mudah-mudahan ya, karena kan kita baru rilis tahun lalu nih [Tyranation],” Ujar Stevie yang juga personel Andra and the Backbone.

Deadsquad akan lebih banyak berbincang dan melantunkan musik-musiknya di Music at Newsroom CNNIndonesia.com pada Rabu (23/8) pukul 14.00-15.00 WIB hanya di www.cnnindonesia.com.