Bukan Kim yang mengandung anak itu. Ia 'menitipkan' telurnya yang sudah dibuahi ke rahim orang lain. Namun, mengutip FoxNews, setelah kabar tersebut beredar Kim sendiri memilih bungkam saat diminta konfirmasi kebenarannya.
"Saya sudah melihat banyak hal, kami belum pernah mengonfirmasi apa pun," katanya kepada E!News saat menghadiri gelaran Icons by Carine Roitfeld.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kim menambahkan, dirinya hanya akan membicarakan itu bila dia dan sang suami telah siap. Dia juga menyayangkan terlalu banyak kabar yang beredar di luar sepengetahuannya.
"Begitu banyak rincian di luar sana, dan sepertinya saya belum pernah mendengar ini. Apa pun itu. Kami belum mengonfirmasi, itu saja. Saya akan memberitahu ketika kami siap," ujar Kim lagi.
Ibu pengganti itu dibutuhkan karena Kim sebenarnya masih khawatir untuk hamil kembali. Risiko tinggi itu membuatnya merekrut agensi ibu pengganti untuk mencari wanita sehat yang bisa dititipinya bayi.
Kim sebelumnya pernah didiagnosis mengalami pre-eklamsia, saat dirinya sedang mengandung North West anak pertamanya. Agar tidak lebih berisiko, Kim pun didorong untuk melahirkan enam pekan lebih awal.
Namun ia juga mengalami komplikasi lain saat itu. Plasentanya terlalu menghimpit dinding uterus. Hingga saat melahirkan anak kedua, Kim harus mengalami 'perobekan' plasenta yang menurutnya sangat menyakitkan.
"Itu adalah pengalaman paling menyakitkan dalam hidup saya!" tuturnya.
Karena itu, untuk anak ketiga Kim tak mau lagi ambil risiko. Ia memilih mencari ibu pengganti daripada harus hamil sendiri dan melewati proses melahirkan yang lebih berisiko lagi.