Joko mengungkap, Pengabdi Setan menjadi film orisinal yang menggerakkan Joko untuk menjadi sineas.
"Pengabdi Setan itu film yang buat saya ingin jadi sineas. Waktu kecil sering nonton ke bioskop, kalau bisa beli tiket. Kalau enggak, mengintip lewat lubang angin. [Film] ini salah satu yang berhasil ditonton di dalam bioskop," katanya saat ditemui CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun setelah berhasil dikukuhkan menjadi sutradara film Pengabdi Setan versi baru, perjuangan Joko belum usai. Dia masih perlu mengemas film yang terbilang legendaris setidaknya lebih baik dari yang sebelumnya.
Sebelum menemukan lokasi yang tepat di Pengalengan, tim produksi Pengabdi Setan membutuhkan waktu selama empat bulan untuk pencariannya. Itu dimulai dari pencarian di daerah Ibu Kota Jakarta.
Saat mencari di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat, Joko mengatakan timnya mendapatkan lokasi yang bagus dan menarik. Namun kendala izin dari pemilik serta setelah penelusuran kembali ada yang dirasa kurang cocok, mereka pun mulai mencari tempat lain.
"Ada di Puncak yang bagus, cari tahu punya siapa, ternyata punya Pertamina. Masukkin surat, karena enggak dapat kontaknya, cari yang kenal bahkan sampai Kepala Bekraf ikut mencarikan lokasi. Sudah dapat tapi enggak cocok," katanya Joko.
"Perjalanan bisa 7 sampai 8 jam ke lokasi tersebut, itu pun pas awal seperti tak layak pakai. Bangunan sudah lapuk, banyak kelelewar. Akhirnya dirombak sama anak departemen art, dibuat supaya aman karena itu menggunakan lantai dua dengan kru saat syuting bisa 20-30 orang, dicat ulang juga," tuturnya.
[Gambas:Youtube] (res/res)